Sunday, 29 Jumadil Akhir 1441 / 23 February 2020

Sunday, 29 Jumadil Akhir 1441 / 23 February 2020

Presiden FIFA Kritisi Penerapan VAR

Kamis 06 Feb 2020 11:11 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Endro Yuwanto

Presiden FIFA Gianni Infantino.

Presiden FIFA Gianni Infantino.

Foto: EPA/MARKKU OJALA
Infantino menganggap penerapan VAR tak maksimal di sejumlah negara.

REPUBLIKA.CO.ID, ZURICH -- Presiden Federasi Sepak Bola Eropa (FIFA) Gianno Infantino menyinggung penerapan video assistant referee (VAR). Ia menganggap penerapan VAR tak maksimal di sejumlah negara.

Penggunaan VAR selama ini dihantui oleh kontroversi. Fan mengeluhkan VAR justru membuat sepak bola tak menarik. Peninjauan VAR pun terlalu banyak memakan waktu.

VAR baru saja dikenalkan di Liga Primer Inggris pada musim ini. Kritik langsung muncul semenjak saat itu. Wasit di lapangan dianggap harusnya lebih dimaksimalkan ketimbang VAR yang memantau pertandingan dari jauh di ruang tertutup.

Infantino sebenarnya mendukung hak penuh wasit dalam mengambil keputusan di lapangan. Ia membantah bahwa rekomendasi VAR mencampurtangani keputusan wasit.

"Tentu penting kehadiran VAR untuk membantu wasit. Memang bukan seharusnya orang selain wasit mengambil keputusan atas nama wasit. Dan inilah harusnya penerapan VAR di hampir seluruh dunia, tapi tak semua negara maksimal menerapkan," kata Infantino pada tv internet, Olympic Channel, dilansir dari Eurosport pada Kamis (6/1).

Infantino mengakui awal mula penerapan VAR di Italia menuai polemik. Serie A jadi Liga Eropa pertama yang menggunakan VAR.

"Jadi saya tidak lagi menganggap kritik saat ini di Italia karena di sana sudah melampauinya. Di Inggris, khususnya Liga Primer, terlalu banyak didramatisasi," ujar pria berusia 49 tahun itu.

Namun Infantino optimistis VAR akan diterima publik Inggris seiring waktu berjalan. Menurutnya, fan sepak bola perlu waktu guna menerima kebijakan baru. "Tidak ada alasan kenapa di Inggris VAR tidak bisa sukses jika VAR sudah berhasil di negara lain," ucapnya.

Pria kelahiran Swiss tersebut merasa wajar jika kehadiran VAR penuh intrik di periode awal. "Saya pikir normal saja mengingat sepak bola sudah menunggu inovasi semacam ini selama 150 tahun," jelasnya.

Infantino juga menyadari VAR tak sepenuhnya sempurna. Namun proses perbaikan VAR dilakukan secara berkesinambungan agar lebih sempurna. "Kami tak bisa berpura-pura bahwa semuanya sempurna. Tapi kehadiran VAR jadi kemajuan. Ini sudah tepat untuk membantu wasit," tegas fan Inter Milan itu.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA