Sunday, 29 Jumadil Akhir 1441 / 23 February 2020

Sunday, 29 Jumadil Akhir 1441 / 23 February 2020

F1 Pastikan GP Vietnam 2020 Sesuai Jadwal

Jumat 14 Feb 2020 16:22 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Endro Yuwanto

Direktur Pelaksana F1, Ross Brawn.

Direktur Pelaksana F1, Ross Brawn.

Foto: EPA/Peter Steffen
Vietnam berjarak 100 mil dari perbatasan pusat wabah itu berasal, yaitu Wuhan, China.

REPUBLIKA.CO.ID, HANOI -- Direktur Pelaksana F1, Ross Brawn memastikan, GP Vietnam akan tetap berlangsung sesuai jadwal, yaitu pada 5 April 2020, meskipun ada ancaman virus corona. Letak Vietnam berjarak 100 mil dari perbatasan pusat wabah tersebut berasal, yaitu Wuhan, China.

“Untuk Vietnam, semua umpan balik yang kami dapatkan agak seperti Inggris. Ada beberapa kasus, tetapi bukan tingkat yang akan menjadi perhatian kami,” ujar Brawn, dilansir dari BBC, Jumat (14/2).

Pada hari Kamis (13/2), Vietnam mengumumkan telah mengkarantina 10 ribu orang di Komune Son Loi, 30 mil di Barat Laut Hanoi. Pemerintah khawatir warga terkena virus mematikan tersebut. Kementerian Kesehatan Negara Vietnam menyatakan pada 13 Februari isolasi akan dilakukan selama 20 hari.

Seorang juru bicara F1 yang tak disebutkan namanya menyebutkan bahwa ketika Brawn memastikan jadwal GP Vietnam tetap berlangsung sesuai jadwal, ia tak mengetahui perkembangan terbaru mengenai virus tersebut di sana. Namun sejauh ini, belum ada perubahan apapun terkait penyelenggaran GP Vietnam pertama.

Vietnam adalah salah satu negara yang penduduknya terdampak virus corona, yaitu sebanyak 15 orang, lima di antaranya, di Son Loi. Virus ini kini menjadi masalah global. Jumlah kematian di China akibat virus ini dilaporkan lebih dari 1.350 orang dengan total terinfeksi 60 ribu orang.

Sehingga FIA memutuskan untuk menunda pelaksaan GP China 2020 hingga waktu yang belum bisa ditentukan. "Situasi global mengenai virus ini akan terus dipantau oleh FIA sehubungan dengan acara motorsport lainnya," demikian bunyi pernyataan FIA.

Bisa saja, GP China hanya diundur pelaksanaannya pada akhir tahun. Tetap hal tersebut masih perlu melihat perkembangan lebih lanjut di China.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA