Sabtu, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 Februari 2020

Sabtu, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 Februari 2020

Sosok Himendra, Eks Rektor dan Pemain Persib di Mata Rekan

Jumat 14 Feb 2020 20:37 WIB

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Israr Itah

Mantan rektor Unpad dan eks pemain Persib Himendra Wargahadibrata.

Mantan rektor Unpad dan eks pemain Persib Himendra Wargahadibrata.

Foto: DOK UNPAD
Himendra Wargahadibrata tutup usia di Bandung, Kamis (13/2).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Persib Bandung kehilangan sosok bersejarah. Mantan pemain Persib dan rektor Universitas Padjadjaran (Unpad) Himendra Wargahadibrata tutup usia di Bandung, Kamis (13/2). 

Baca Juga

Sosok Himendra begitu membekas di mata teman sejawatnya, Rukman. Keduanya pernah membela Persib pada era 1960-an.

"Jadi, kalau main bola serius sekali dan selalu mengawal saya. Jadi, kalau ada yang bermain kasar terhadap saya, dia yang maju," kata Rukman, Jumat (14/2). 

Himendra meninggal pada usia 77 tahun karena penyakit yang dideritanya. Rukman menerima kabar tersebut malam harinya. Dia mengaku kehilangan atas sosok teman sekamarnya selama membela Persib tersebut.

"Dia orangnya baik, humble terus sekolahnya ulet. Main bolanya juga ulet. Sahabat banget. Jadi, kalau main bola medan ke mana selalu sekamar sama saya," kata Rukman.

Himendra tidak hanya bersinar di rumput hijau. Sisi akademisnya pun turut bersinar di tengah kesibukannya sebagai pemain bola. Rukman menyebut, Himendra mampu membagi waktu untuk sepak bola dan pendidikan dengan baik.

"Terus kalau pemusatan latihan (TC) Persib, dia selalu membawa buku yang tebal. Jadi, waktu TC dia belajar sampai jam 3 subuh. Soalnya sekamar sama saya terus jadi saya tahu. Jadi, dia itu makanya berhasil," kata Rukman. 

Persahabatannya pun tak berhenti sampai di sana. Setelah pensiun dari dunia sepak bola, Himendra meneruskan kariernya di bidang kedokteran hingga mencapai jabatan tertinggi di Unpad pada 1998-2007. 

Rukman menyebut Himendra tetap seperti saat sama-sama berseragam Persib. Tak jarang Himendra mengundang Rukman untuk datang ke kantornya di Dipati Ukur, Kota Bandung.

"Bahkan setelah menjadi rektor dia masih sering memanggil saya ke kantornya di Unpad. Waktu jadi rektor waktu istri saya sakit saya dipanggil ke kantornya kemudian memerintahkan anggotanya di personalia untuk bagaimana caranya menyumbang karena istri saya mau dioperasi. Begitu baik, banyak kesannya," katanya.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA