Saturday, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 February 2020

Saturday, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 February 2020

Paul Munster Nilai Pemain Bhayangkara FC Remehkan Persik

Jumat 14 Feb 2020 23:14 WIB

Red: Israr Itah

  Persik vs Bhayangkara FC, Stadion Gelora Bangkalan, Jumat (13/02).

Persik vs Bhayangkara FC, Stadion Gelora Bangkalan, Jumat (13/02).

Foto: DOK Media Bhayangkara FC
Bhayangkara takluk 0-3 dari Persik dan gagal ke semifinal Piala Gubernur Jatim.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bhayangkara FC yang butuh hasil imbang atau kalah tak lebih dari satu gol untuk melaju ke semifinal Piala Gubernur Jatim di luar dugaan tumbang dengan skor telak. The Guardian dipaksa takluk 0-3 oleh Persik Kediri dalam laga pamungkas Grup A di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, Jumat (14/2).

Baca Juga

Tiga gol Persik dicetak oleh Faris Aditama (14′), Ante Bakmaz (39′), dan Paulo Sitanggang (67′). Hasil ini membuat Bhayangkara hanya mengoleksi empat poin dari tiga laga. Jumlah poin itu sama dengan Madura United. Namun, Bhayangkara kalah selisih gol sehingga harus puas menghuni peringkat ketiga.

Pelatih Bhayangkara Paul Munster kecewa melihat performa timnya yang membuang banyak peluang. Pertahanan Persik sangat kuat membendung serangan Ezechiel N’Douassel dkk.

“Kami memulai pertandingan dengan baik. Tapi, ada banyak kesalahan. Kami mencoba mencetak gol lewat open play hingga bola mati. Tidak ada gol. Pemain terlihat meremehkan,” kata pelatih berpaspor Irlandia Utara, dikutip dari laman resmi klub.

Selama pertandingan, Bhayangkara sebenarnya sangat mendominasi penguasaan bola. Tak kurang dari sepuluh tembakan mereka lepas ke arah gawang Macan Putih.

Penyelesaian akhir yang buruk membuat para pemain semakin kesulitan. Terkadang mereka juga kurang tenang menyelesaikan umpan menjadi gol.

“Kami tidak fokus dan konsentrasi. Saking banyaknya peluang, saya tidak menghitung lagi berapa yang sudah kami lakukan. Bahkan mungkin kalau sampai besok bertanding mungkin tidak akan ada gol,” kata Paul Munster.

Di sisi lain, Persik mampu memainkan serangan balik cepat. Permainan mereka kerap gagal diantisipasi barisan pertahanan yang dipimpin oleh Achmad Jufriyanto.

“Ini jadi pelajaran buat pemain kami. Seharusnya pemain sadar dan mau bekerja untuk tim. Saya berharap akan ada pembenahan supaya tim lebih baik lagi,” tutur mantan pelatih timnas Vanuatu tersebut. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA