Sunday, 29 Jumadil Akhir 1441 / 23 February 2020

Sunday, 29 Jumadil Akhir 1441 / 23 February 2020

Penduduk Twitter Mulai Sindir Manchester City

Sabtu 15 Feb 2020 11:06 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Nora Azizah

Penggemar klub rival Manchester City mulai melontarkan sindiran di Twitter (Foto: Playmaker Manchester City, Kevin De Bruyne)

Penggemar klub rival Manchester City mulai melontarkan sindiran di Twitter (Foto: Playmaker Manchester City, Kevin De Bruyne)

Foto: EPA-EFE/PETER POWELL
Penggemar klub rival Manchester City mulai melontarkan sindiran di Twitter.

REPUBLIKA.CO.ID, INGGRIS -- Fan Manchester City patut bersedih hati. Klub kesayangan mereka tak bisa berkompetisi di kancah Eropa sekaligus denda £25 juta karena terkena sanksi aturan Lisensi dan Financial Fair Play (FFP) UEFA.

FFP dikenal sejak 2011 untuk menciptakan keadilan pengeluaran untuk pemain bagi semua klub sepakbola. Sebab muncul kasus-kasus klub yang punya dana tak terbatas demi mendatangkan dan menggaji pemain. Kondisi seperti itu dianggap melanggar keadilan sepakbola.

Manajemen City kecewa dengan sanksi yang dianggap tidak sesuai itu. City bakal melakukan gugatan terhadap sanksi UEFA ke mahkamah arbitrase olahraga (CAS).

Kesedihan fan City berbanding terbalik dengan fan rival mereka. Mereka meramaikan Twitter dengan sindiran terhadap the Citizens seperti dilansir dari empireofthekop pada Sabtu, (15/2).

"Saya tidak melihat ada fan City malam ini," tulis Dave Mac di akun Twitternya.

Bahkan sanksi ini diisukan berdampak pada pemain City. Mereka yang tidak kuat mental diperkirakan meninggalkan Etihad Stadium.

"Kevin De Bruyne mencoba lari dari City di bursa transfer musim panas," tulis akun LVCLiverbird96 sembari menampilkan video olokan.

Akun lain mengklaim the Reds dicurangi musim lalu. Nyatanya, musim lalu Liverpool nyaris juara setelah bersaing ketat dengan City.

"Sanksi itu memang seharusnya terjadi. Manchester City curang. LVC (Liverpool FC) dicurangi musim lalu. Ini tidak bisa dihindari," tulis akun Robert G.

Akun lain menganggap City tak punya sejarah juara. City diklaim jadi tim kuat hanya bermodal uang.

"Saya hampir merasa kasihan dengan City, tapi saya ingat mereka melanggar semua aturan. Mereka tidak melalui sejarah 75 tahun, bermain di stadion setengah penuh dan mengeluarkan uang 1,7 triliun untuk pemain selama 12 tahun ini," tulis akun  EssexLFC1.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA