Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Akankah CAS Bebaskan City dari Sanksi Financial Fair Play?

Senin 17 Feb 2020 15:05 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Agung Sasongko

psg

psg

Foto: REUTERS/Benoit Tessier
Milan dan PSG bebas dari sanksi setelah ajukan banding ke CAS.

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN --Manchester City bukan klub pertama yang dihukum larangan bertanding dalam kompetisi Eropa oleh UEFA. AC Milan pernah dilarang tampil di kompetisi Eropa, setelah dianggap UEFA telah melanggar aturan Financial Fair Play. 

Baca Juga

Saat itu, UEFA menilai Milan gagal menyeimbangkan neraca keuangan mereka, setelah menghabiskan 200 juta pound untuk membeli pemain pada musim panas 2017. Padahal, musim itu Milan lolos ke Liga Europa setelah finis di posisi keenam.

UEFA pun kemudian melarang Milan ikut kompetisi mereka selama satu tahun. Namun, klub Serie A itu terbebas dari sanksi setelah banding mereka di Pengadilan Arbitrese untuk Olahraga (CAS) dikabulkan. CAS, saat itu menilai UEFA harus lebih proporsional menerapkan ukuran pelanggaran disiplin terhadap Milan.

Mengapa Milan bisa lolos dari sanksi? Dikutip dari BBC, Senin (16/2), klub asal Italia yang dimiliki oleh mantan perdana menteri Italia Silvio Berlusconi sejak 1986 itu dijual ke konsorsium China. Pada April 2017, konsorsium China membeli klub yang bermarkas di San Siro tersebut seharga 740 juta euro. 

 

 

Setelah beralih kepemilikan itu, Milan kemudian belanja pemain dengan menghabiskan dana sampai 200 juta pound atau lebih dari Rp 3,5 triliun. Beberapa pembelian besar kala itu yaitu Leonardo Bonucci dari Juventus sebesar 35,1 juta pound dan Andre Silva dari FC Porto seharga 33,6 juta pound. Pembelian itu merupakan pertama kalinya Milan membeli pemain dengan harga di atas 30 juta pound sejak 2002.

Meskipun CAS menilai kalau pendapat UEFA benar, bahwa Milan memang gagal membuat neraca keuangan mereka seimbang, atau dengan kata lain mengalami kerugian. Tapi, beberapa elemen penting lainnya dianggap CAS tak dinilai dengan baik atau bisa saja dinilai tak tepat saat keputusan dibuat.

Dengan kata lain, situasi keuangan Milan saat dibeli konsorsium China lebih baik. Oleh karena itu, Milan pun bebas dari hukuman dan dapat tampil di Liga Europa. Apakah City bisa ikuti jejak Milan? 

Klub yang juga terhindar dari sanksi UEFA karena diduga melanggar atura FFP adalah Paris Saint-Germain. Padahal, kasusnya serupa yang dialami oleh City. Namun, klub raksasa Prancis itu menang banding di CAS, bahkan sebelum UEFA mengeluarkan putusan. Sementara, City gagal meyakinkan CAS untuk mencegah UEFA membuka kembali kasus yang terjadi pada 2014 tersebut pada November tahun lalu. Hanya saja itu karena alasannya UEFA belum mengeluarkan putusan atas hasil investigasi mereka.

Namun, dengan keluarnya putusan larangan tampil di kompetisi UEFA dan denda sebesar 30 juta pound tersebut, apakah CAS akan mengabulkan permintaan City? Itu semua tergantung pada bagaimana City bisa meyakinkan kalau sang pemilik, Sheik Mansour, tak main curang dengan menjadikan perusahaan miliknya, sebagai sponsor untuk memperkuat kemampuan finasial the Citizen. (

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA