Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Ludogorets Vs Inter Milan, Sisa Harapan Conte di Eropa

Kamis 20 Feb 2020 01:19 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Endro Yuwanto

Pelatih Inter Milan Antonio Conte

Pelatih Inter Milan Antonio Conte

Foto: EPA-EFE/Claudio Giovannini
Inter Milan harus menang untuk mengobati luka di Liga Champions dan Serie A Italia.

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Antonio Conte harus menelan pil pahit karena Inter Milan gagal lolos ke fase gugur Liga Champions. Inter kalah bersaing dengan Barcelona dan Borussia Dortmund yang finis di posisi satu dan dua fase grup.

Oleh karena itu, harapan Conte untuk memberikan gelar di kompetisi Eropa kini bertumpu pada Liga Europa. Langkah Inter untuk bisa kembali meraih trofi akan diawali dengan pertandingan melawan Ludogorets, Jumat (21/2) dini hari WIB.

Inter harus menang untuk mengobati luka yang disebabkan kekalahan oleh Lazio di Serie A Liga Italia akhir pekan lalu. Sehingga pertandingan lawan klub Bulgaria tersebut akan jadi laga penting, bukan hanya demi meraih trofi, namun juga jadi penawar sakit hati.

''Kami sekarang harus segera pulih karena kami memiliki pertandingan lain pada hari Kamis (Jumat dini hari WIB). Kami tahu bahwa semua pertandingan di Liga Europa rumit, dan Ludogorets akan tampil mengesankan di kandang. Namun, kami harus pergi untuk menang,'' ujar gelandang Inter Matias Vecino, dikutip dari laman resmi klub, Rabu (19/2).

Inter memang jadi favorit dalam babak 32 besar Liga Europa ini. Selain ketimpangan materi pemain kedua tim, Inter juga tak terkalahkan dalam lima pertemuan dengan klub Bulgaria dalam kompetisi Eropa, yaitu dua kali menang dan tiga kali imbang. Namun pertemuan Inter dengan klub Bulgaria memang sudah berlangsung sangat lama. Karena itulah laga ini jadi pertemuan pertama kedua tim dalam kompetisi resmi.

Untuk bisa memenangkan pertandingan di Rezgrad, Bulgaria ini, Conte harus bisa memperbaiki kesalahan saat kalah oleh Lazio. Meski, Conte akan mengistirahatkan beberapa pemain intinya dalam laga tandang ini. Hanya Digeo Godin yang akan dipertahankan di lini pertahanan. Karena Milan Skriniar, Stefan de Vrij, Antonio Candreva, dan Ashley Young kemungkinan akan diistirahatkan. Danilo D'Ambrosio, Andrea Ranocchia, Victor Moses, dan Critiano Biraghi akan tampil sejak awal.

Gelandang tengah Nicolo Barela juga akan diistirahatkan. Tempatnya akan diganti oleh Christian Eriksen, yang menjadi starter kali kedua sejak tiba dari Tottenham Hotspur pada bursa transfer Januari lalu. Sementara di lini serang. Lautaro Martinez akan kembali bermain bersama dengan ALexis Sanchez karena Romelu Lukaku akan diistirahatkan Conte.

Conte menyatakan, pemainnya harus tumbuh secara individu, walaupun secara tim sudah menunjukkan peningkatakan. Ia juga meminta pemainnya untuk menguasai situasi.

Baca Juga

Jangan sampai, kata Conte, permainan timnya dipengaruhi oleh situasi. Namun, justru situasi harus dikendalikan lewat performa para pemain. ''Kami harus punya kekuatan jika ingin terus tumbuh. Kami harus paham bahwa peningkatan secara individu membantu keseluruhan tim,'' ujar Conte dikutip dari Sempreinter.

Mantan pelatih Chelsea itu memang tak terlalu khawatir dengan perubahan tersebut. Apalagi, statistik menyebutkan kalau Inter telah lolos dari babak 32 besar dalam 16 penampilan terakhir, baik saat masih Piala UEFA hingga Liga Europa. Terakhir kali Nerazzurri tersingkir dari babak ini adalah pada 1981/1982 melawan Dinamo Bucharest.

Tetapi Conte tetap perlu hati-hati. Ludogorets juga bukan lawan sembarangan. Ludogorets masih menguasai puncak klasemen Liga Bulgaria setelah tak terkalahkan dalam 21 pertandingan terakhir, dengan 15 kemenangan dan enam kali imbang. Belum lagi, beda dengan Inter yang datang ke Ludogorets Arena dengan kekalahan, tuan rumah justru bermodalkan kemenangan telak 6-0 atas Botev Vratsa dalam debut pelatih baru, Pavel Vrba.

Namun, Vrba juga sadar, kalau Ludogorets beda kelas dengan Inter. Ludogorets bahkan hanya finis di posisi dua Grup H di bawah Espanyol. Tapi bukan berarti timnya tak punya kesempatan untuk membuat kejutan. ''Saya sadar semua orang menonton pertandingan ini. Inter adalah lawan yang sangat sulit, tapi kami memiliki peluang,'' ujar Vrba, dikutip dari Idnes.cz, Rabu (19/2).

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA