Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

CEO Manchester City Buka Suara Soal Sanksi UEFA

Kamis 20 Feb 2020 07:15 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Endro Yuwanto

Supoter City membawa poster menprotes sanksi UEFA kepada City sebelum  laga Manchester City melawan West Ham United di Etihad Stadium, Kamis (20/2) dini hari.

Supoter City membawa poster menprotes sanksi UEFA kepada City sebelum laga Manchester City melawan West Ham United di Etihad Stadium, Kamis (20/2) dini hari.

Foto: Phil Noble/Reuters
UEFA dinilai percaya dokumen yang dicurinya ketimbang dokumen yang dikirimkan klub.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- CEO Manchester City Ferran Soriano membantah keras tuduhan Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) bahwa City melanggar lisensi klub dan Financial Fair Play (FFP). City dituding memalsukan catatan pengeluaran dan pemasukan.

Akibatnya, City disanksi larangan tampil di kompetisi Eropa selama dua musim mulai musim depan. City juga didenda sebesar 30 juta Euro. Namun City langsung melakukan banding ke pengadilan Arbitrase Olahraga Internasional (CAS).

"Para penggemar bisa yakin akan dua hal. Yang pertama adalah tuduhan itu salah. Dan yang kedua adalah kami akan melakukan segala yang bisa dilakukan untuk membuktikannya," ujar Soriano dilansir dari BBC, Kamis (20/2).

Soriano mengatakan, pemilik klub belum memasukkan uangnya. Karena klub ini adalah klub yang untung dan tidak unya hutang. Ia juga mengklaim auditor berkali-kali melakukan audit termasuk oleh regulator dan investor.

Soriano menambahkan klub telah bekerja sama sejak lama terkait penyelidikan ini sebelumnya dengan mengirimkan dokumen yang dibutuhkan. Dokumen-dokumen tersebut, kata dia, membuktikan tuduhan pelanggaran tersebut tidak benar.

Soriano menuturkan pengusutan yang dilakukan UEFA sebelumnya sudah tak adil karena City dianggap bersalah sebelum adanya pembahasan. Menurut dia, hal tersebut merugikan tim. "Pada akhirnya ini adalah proses internal yang telah dimulai dan kemudian dituntut dan kemudian dinilai oleh bagian FFP ini di UEFA," jelas dia.

UEFA, lanjut Soriano, lebih mempercayai dokumen yang dicurinya dibandingkan dokumen yang dikirimkan klub. Maka dari itu, Soriano menyimpulkan sanksi ini berbau keputusan politik.

Soriano berharap segera menemukan solusi dengan cepat dan adil. "Harapan saya yang terbaik adalah bahwa ini akan selesai sebelum awal musim panas dan sampai saat itu bagi kami, ini adalah bisnis seperti biasa," tegasnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA