Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Atalanta, Kejutan Sang Debutan di Liga Champions

Kamis 20 Feb 2020 13:42 WIB

Rep: Frederikus Bata/ Red: Israr Itah

Para pemain Atalanta memberikan salam hormat kepada pendukung mereka setelah memetik kemenangan 4-1 atas Valencia pada babak 16 besar LIga Champions.

Para pemain Atalanta memberikan salam hormat kepada pendukung mereka setelah memetik kemenangan 4-1 atas Valencia pada babak 16 besar LIga Champions.

Foto: EPA-EFE/PAOLO MAGNI
Atalanta bisa mengikuti jejak Leicester City, debutan yang melaju ke perempat final.

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Pada musim 2016/2017, Leicester City membuat kejutan besar di Eropa. Tampil sebagai debutan di Liga Champions, the Foxes melaju hingga perempat final.

Baca Juga

Langkah Jamie Vardy dan rekan-rekan dihentikan Atletico Madrid. Bukan sesuatu yang buruk, mengingat Atletico adalah finalis tahun sebelumnya.

Kini muncul satu nama baru yang berpeluang mengikuti jejak Leicester. Klub tersebut adalah Atalanta.

Bahkan hasil yang diukir La Dea berpotensi lebih dramatis dari the Foxes. Sebuah klub lokal Italia itu baru saja meraih kemenangan atas Valencia dengan skor 4-1 pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions.

Duel di Stadion San Siro, Milan, Kamis (20/2) dini hari WIB ini memiliki banyak makna. Atalanta yang tidak mempunyai sejarah besar dan pemain mentereng macam Romelu Lukaku di Inter Milan, atau Zlatan Ibrahimovic di AC Milan, sedang menuliskan kisah manis.

"Dalam kompetisi antar klub terbesar di dunia ini, Atalanta yang underdog sedang menulis cerita bijak. Bahkan cerita tersebut belum berakhir," demikian laporan yang dikutip dari Foxsports.

Sejak musim lalu, skuat Orobici mulai menjadi penantang serius para elite. Tim asal kota Bergamo ini finis di peringkat ketiga klasemen akhir Liga Italia.

Dalam perjalanan di Serie A musim 2018/2019, Atalanta mengalahkan Inter, Lazio, dan Napoli. La Dea bahkan bermain imbang dengan Juventus di Turin.

Alejandro 'Papu' Gomez dan rekan-rekan melenggang hingga ke partai puncak Coppa Italia. Sayang di partai final, Orobici ditumbangkan Biancoceleste. Fakta ini membuat Atalanta kian diperhitungkan di Negeri Spageti. 

Atalanta jadi tim debutan di Liga Champions musim 2019/2020. Masalah muncul karena markas mereka Stadion Atleti Azzurri d'Italia tak layak menggelar pertandingan Eropa. Jadilah Inter meminjam San Siro, markas AC Milan yang juga digunakan Inter Milan. Atalanta beruntung Milan tengah menjalani sanksi tak berlaga di Eropa. Alhasil tim berjuluk Sang Dewi bisa berbagi kandang dengan Inter.  

Maka tak berlebihan jika Atalanta dipandang sebelah mata. Sudahlah tim debutan, La Dea bermain di kandang orang pula. Terlebih, Atalanta bersaing dengan Manchester City, Dinamo Zagreb, dan Shakhtar Donetsk di Grup C.

City memiliki skuat dengan kualitas mumpuni. Sementara Donetsk dan Zagreb sudah berpengalaman di pentas Eropa.

Atalanta mengalami kekalahan dalam tiga laga perdana Grup C. Status sebagai pelengkap di grup makin lekat disematkan publik. Tapi dengan brilian, tim asuhan Gian Piero Gasperini membuktikan kalau anggapan banyak orang keliru.

Newcastle United pernah menelan tiga kekalahan beruntun saat berlaga di Grup E Liga Champions musim 2002/2003. Tapi pada laga keempat The Magpies langsung mencatatkan kemenangan. Hasil ini berlanjut dengan dua kemenangan berikutnya yang membawa Newcastle lolos sebagai runner-up grup dengan nilai sembilan.

Harapan mengikuti jejak Newcastle tetap dijaga. Tapi laga keempat La Dea harus menghadapi Manchester City. Atalanta beruntung bisa memetik satu poin.

Langkah ajaib Atalanta diteruskan dengan menaklukkan Dhnamo Zagreb 2-0. Terakhir, tiket ke 16 besar dipastikan setelah Atalanta membekap Shakhtar 3-0.

Rekor baru diciptakan skuat polesan Gianpiero Gasperini, melewati comeback gemilang Newcastle United hampir dua dekade silam. Tapi dengan lebih dramatis, tentu saja dengan sedikit keberuntungan karena dua pesaingnya ternyata gagal memetik poin maksimal di saat krusial. 

Kini petualangan La Dea masih bisa berlanjut. Kemenangan 4-1  di San Siro, bisa menjadi bekal manis menuju Stadion Mestalla, markas Valencia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA