Thursday, 12 Syawwal 1441 / 04 June 2020

Thursday, 12 Syawwal 1441 / 04 June 2020

Lima Fakta Utama dari Kemenangan Man City Atas West Ham

Kamis 20 Feb 2020 16:40 WIB

Rep: Frederikus Bata/ Red: Israr Itah

Kemelut di depan gawang WHU pada laga Manchester City melawan West Ham United di Etihad Stadium, Kamis (20/2) dini hari.

Kemelut di depan gawang WHU pada laga Manchester City melawan West Ham United di Etihad Stadium, Kamis (20/2) dini hari.

Foto: Carl Recine/Action Images via Reuters
Manchester City mengalahkan West Ham 2-0.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Manchester City tampil gemilang pada laga pekan ke-26 Liga Inggris. Kendati baru saja mendapat hukuman UEFA, skuat the Citizens tetap menampilkan kinerja positif.

Baca Juga

Menjamu West Ham United di Stadion Etihad, Kamis (20/2) dini hari WIB, Manchester Biru unggul dua gol tanpa balas. Dilansir dari Squawka, berikut lima poin utama dari kemenangan City tersebut.

1. De Bruyne masih andalan City

Gelandang tuan rumah, Kevin de Bruyne masih berada dalam persaingan menjadi pemain terbaik Liga Primer Inggris. Tak berlebihan jika melihat aksinya pada laga ini. Berkali-kali ia merepotkan pertahanan the Hammers. 

De Bruyne mencetak satu gol dan satu assit dalam laga ini. Secara keseluruhan, De Bruyne sudah membantu City mengemas 24 gol di Liga Inggris musim ini dengan delapan kali mencetak gol dan membuat 16 assist.

photo
Kevin de Bruyne (kiri).

2. Fan City lebih fokus ke hukuman UEFA

Para penggemar City lebih fokus pada kasus hukum timnya dalam laga. Sering terdengar nyanyian anti-UEFA di Stadin Etihad, Manchester, sepanjang pertandingan melawan West Ham. Mereka seolah tak mempedulikan permainan timnya melawan the Hammers. Sejumlah banner juga terlihat di berbagai sudut tribun. Kebanyakan menyuarakan perlawanan terhadap UEFA.

3. Formasi bertahan West Ham tak ampuh

Formasi ultra defensif diterapkan pelatih West Ham David Moyes, yakni formasi 5-3-2. Pilihan bertahan total nyatanya tak pas karena the Hammers tersebut terus dibombardir para penggawa the Citizens. Dengan pemain seperti Felipe Anderson, Manuel Lanzini, dan Sebastian Haller ada di bangku cadangan, tamu tidak memiliki serangan berbahaya dan menyerah 0-2. 

Fakta tersebut membuat the Irons berada di zona degradasi. Dengan sederet laga berat menanti di depan, sulit rasanya bagi West Ham menghindari jeratan degradasi.

4. Duet Aguero-Jesus tak maksimal

perpaduan antara Sergio Aguero dan Gabriel Jesus tak berdampak positif. Sepanjang musim ini, Aguero sudah mencetak 16 gol di liga domestik. Sementara Jesus mengemas sembilan gol. Semuanya tercipta saat keduanya tak bermain bersama. 

Ketika dipasangkan secara bersama-sama tak ada kreativitas yang tercipta dari dua penyerang kelas wahid itu. Duet Amerika Selatan itu tampak kesulitan berpadu. Total 10 percobaan yang dilepaskan keduanya, dengan hanya tiga yang tepat sasaran. Gol kemenangan City justru diciptakan Rodri dan Kevin De Bruyne.

photo
Sergio Aguero ditempel Declan Rice (kanan) pada laga Manchester City melawan West Ham United di Etihad Stadium, Kamis (20/2) dini hari.

5. West Ham lawan favorit Guardiola

West Ham jadi lawan favorit pelatih Pep Guardiola. Saat melatih City, Guardiola sudah sembilan kali bertemu the Hammers. Hasilnya ia meraih 100 persen kemenangan.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA