Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Everton Tunjuk Laing O'Rourke Jadi Kontraktor Stadion Baru

Kamis 20 Feb 2020 18:45 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Agung Sasongko

Everton

Everton

Foto: teampictures
Pembangunan stadion baru akan memakan waktu tiga tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Everton menunjuk kontraktor Laing O'Rourke guna mendesain dan membangun stadion baru berkapasitas 52 ribu penonton di Bramley-Moore Dock. Pekerjaan diharapkan akan dimulai akhir tahun ini, tergantung pada persetujuan perencanaan, dan akan memakan waktu sekitar tiga tahun.

Baca Juga

Kepala eksekutif Everton, Denise Barrett-Baxendale mengatakan penunjukkan Laing O'Rourke adalah langkah penting lainnya menuju penyediaan stadion tepi laut kelas dunia baru untuk Everton.

"Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan pada proyek ini," kata Danise dikutip dari Insider media, Kamis (20/2).

"Kami bersama rekan-rekan di Laing O'Rourke akan mengembangkan program konstruksi, sementara pada saat yang sama terus terlibat dengan para pendukung kami dalam sejumlah hal sambil menunggu perencanaan aplikasi yang akan ditentukan oleh Dewan Kota Liverpool," tambah dia.

Direktur Laing O'Rourke, Paul McNerney mengatakan tim lokal Laing dan mitra sudah terbiasa dengan pengerjaan proyek besar di Liverpool termasuk Liverpool ONE, Rumah Sakit Anak Alder Hey dan Pusat Kanker Clatterbridge.

"Proyek People akan memungkinkan kami untuk memajukan komitmen kami pada pelatihan, keterampilan dan karier di area dan untuk mendukung Everton di komunitas," jelas Paul.

Stadion tepi air yang diusulkan akan terdiri dari empat tribun yang berbeda, termasuk rumah yang akan menampung 13 ribu warga Everton. Diperkirakan bahwa baik membangun tanah dan memberikan warisan yang pada masyarakat di Goodison Park akan membawa nilai sosial hampir 800 juta poundsterling selama periode sepuluh tahun.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA