Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Selebrasi Provokatif, Aji Santoso Janji Ingatkan Mahmoud Eid

Kamis 20 Feb 2020 23:19 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Agung Sasongko

Pesepakbola Persebaya Mahmod Eid (kanan) berebut bola dengan pesepakbola Persija Maman A Rahman (kedua kiri) dalam final Piala Gubernur Jawa Timur di Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (20/2/2020).

Pesepakbola Persebaya Mahmod Eid (kanan) berebut bola dengan pesepakbola Persija Maman A Rahman (kedua kiri) dalam final Piala Gubernur Jawa Timur di Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (20/2/2020).

Foto: Antara/Zabur Karuru
Mahmoud Eid melakukan selebrasi berbau provokasi saat melawan Persija Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Penyerang Persebaya Mahmoud Khair Mohammed Dahadha atau dikenal Mahmoud Eid melakukan selebrasi berbau provokasi saat melawan Persija Jakarta di final Piala Gubernur Jatim 2020, di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Kamis (20/2). Mahmoud mencetak satu gol dalam kemenangan 4-1 Persebaya Surabaya, atas Persija Jakarta.

Baca Juga

Seusai mencetak gol, dia melakukan gestur menyilangkan tangan ke bawah, seakan memberi pertanda laga sudah berakhir. Selebrasi mengundang reaksi dari pemain dam official tim lawan, lantara dilakukan tepat di hadapan banch pemain Persija Jakarta.

Pelatih Persebaya Surabaya mengatakan, laga final yang berlangsung memang berlamgsung dengan intensitas tinggi. Ditambah lagi, menurutnya Mahmoud belum begitu paham dengan atmosfer Liga Indonesia. Namun demikian, dia menegaskan akan memperingatkan Eid agar tidak melakukan hal serupa di kemudian hari.

"Mahmoud dia kan pemain baru, belum hapal betul atmosfer di Indonesi. Nanti saya kasih tahu untuk tidak berlaku berlebihan saat selebrasi. Jangan sampai terulang lagi," ujar Aji seusai pertandingan.

Pelatih Persija Jakarta Sergio Farias pun mengingatkan, sebagai pemain profesional, seharusnya Mahmoud mencontohkan sikap yang baik dalam setiap pertandingan. Menurutnya, tidak pantas seorang pemain melakukan selebrasi yang berbau provokasi. Karena sudah seharusnya setiap pemain bersikap fairplay.

"Dia kan pemain asing, pemain profesional, harusnya kasih contoh baik. Selebrasi termasuk dari pertandingan. Tapi jangan penuh provokasi. Tetap harus menjaga fairplay," kata Sergio.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA