Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Juara Kelas Kadet IAME Asia Series, Qarrar Menuju Italia

Selasa 25 Feb 2020 03:27 WIB

Red: Gilang Akbar Prambadi

Al (kanan) bersama pelatih fisiknya, Dennis Van Rhee.

Al (kanan) bersama pelatih fisiknya, Dennis Van Rhee.

Foto: Dok. Ist
Di kelas Cadet (7-9 tahun) Qarrar membuktikan diri bisa kembali juara.

REPUBLIKA.CO.ID, SENTUL- Juara di dua ajang international berbeda dalam dua pekan beruntun jadi pencapaian luar biasa bagi pembalap muda berusia 9 tahun, Qarrar Firhand. Ia semakin menunjukkan kepiawaiannya ketika pertama kali menjajaki putaran 1 IAME Asia Series, di Sentul Qarrar yang akrab disapa Al ini menunjukkan skill mumpuni.

 

Di kelas Cadet (7-9 tahun) Qarrar  membuktikan diri bisa kembali juara. Ia diikuti Micah Vino Satrio (ASR Motorsport) ditempat kedua dan Olivier Rito Sini (C & C ESI Racing) di posisi ketiga. Secara Overall X30, Al finis ketujuh di belakang sejumlah pembalap Malaysia, Singapura, India, Sirlanka, dan Filipina.

 

Putra bungsu pasangan mantan pembalap internasional, Firhand Ali dan Aimaa Fatimah, ini memang terlihat agak kecewa setelah kembali ke padok. "Memang Al juara di kelas Cadet ya tapi itu pembalap aning kok pada kenceng-kenceng ya mesinnya," kata Al yang merupakan siswa kelas 3 SD Al Wildan International Islamic School 4 Lebak Bulus Jakarta Selatan ini, Senin (24/2).

 

Al kecewa karena ia merasa situasi dan kondisi tak bersahabat dengannya. Namun, pelatih fisiknya, Dennis Van Rhee bangga melihat perkembangan Al. Mengikuti event IAME Asia Series yang notabene baru dengan memakai mesin IAME X30,  memang Al terlihat masih belum terbiasa. 

 

"Tapi, improve-nya luar biasa. Ia menjalani semua dengan benar dan bisa finis pertama di kelas Kadet dan overall di tempat ketujuh. Itu sudah bagus. Tinggal bagaimana selanjutnya kita atur irama permainannya agar lebih sabar di lintasan," kata sosok asal Belanda ini

 

Menurut ssng ayah, Firhand Ali, Al sendiri rata-rata kalah 0,3 detik dari pembalap tercepatnya di kelas. Itu yang disesali Firhand. Tapi, manager Al, Faris Lutfi mengaku harus lebih sabar menghadapi Al. "Usianya masih belia, tapi lonjakannya termasuk top. Jadi, tinggal bagaimana kita bersabar saja," ujar Lutfi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA