Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

Thierry Henry Ingin Latih Arsenal Sebelum Mati

Rabu 26 Feb 2020 12:45 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Endro Yuwanto

Thierry Henry

Thierry Henry

Foto: AP Photo/Claude Paris
Henry menyadari menjadi pelatih klub sepak bola bukan tugas mudah.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Legenda sepak bola asal Prancis, Thierry Henry, mengungkapkan keinginannya melatih klub lamanya Arsenal. Kursi kepelatihan di Emirates Stadium merupakan impiannya kini.

Tercatat, Henry bermain untuk skuat Gudang Peluru sejak 1999 hingga 2007. Setidaknya enam trofi berhasil diraih dalam kurun waktu itu, dua diantaranya juara Liga Primer Inggris.

Pemenang Piala Dunia 1998 itu mengemas 228 gol dari 376 kali penampilan bersama Arsenal di semua kompetisi. Henry masih menorehkan prestasi sebagai top skorer terbaik sepanjang masa di klub London Utara itu.

"Saya tentu memimpikan menjadi pelatih Arsenal hingga saya meninggal nantinya," kata Henry dilansir dari media Prancis Canal+ pada Selasa (25/2).

Arsenal dikabarkan sempat mewawancarai Henry untuk posisi kepala pelatih sebelum penunjukkan Unai Emery yang menggantikan Arsene Wenger dua tahun silam. Namun tampaknya Henry belum diberi amanah oleh petinggi klub.

Pada akhirnya Henry memulai karier kepelatihan di klub Prancis, Monaco. Meski, kariernya di sana hanya seumur jagung atau sekitar tiga bulan lantaran catatan buruk empat kemenangan dari 20 laga.

Henry menyadari menjadi pelatih klub sepak bola bukan tugas mudah. Sehingga ia berusaha mengambil pelajaran dari Wenger.

"Kondisinya memang sulit jelang kepergian Arsene. Saya telah belajar dari posisi ini (pelatih), ada hal-hal yang saya dengar dan saya mungkin ketahui, tapi kenyataannya berbeda. Sejak saat itu saya memilih tidak ikut campur hal-hal yang bukan urusan saya," ujar Henry.

Henry juga mengomentari makin ketatnya Liga Primer Inggris menyusul kian kuatnya Liverpool dan Manchester City beberapa musim belakangan. "Intensitas dan ritme di Liga Primer sungguh tinggi. Ketika Anda menonton Liverpool, Anda mungkin kelelahan, mereka sungguh cepat," katanya menjelaskan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA

 
 

TERPOPULER

Kamis , 01 Jan 1970, 07:00 WIB