Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

Pengamat Sebut Juventus Butuh Gelandang

Jumat 28 Feb 2020 09:44 WIB

Rep: Frederikus Bata / Red: Israr Itah

Pemain baru Juventus Matthijs de Ligt

Pemain baru Juventus Matthijs de Ligt

Foto: Filippo Venezia/ANSA via AP
Juventus malah menggelontorkan dana selangit untuk membeli Matthijs De Ligt.

REPUBLIKA.CO.ID, TURIN -- Pundit Sepakbola asal Italia Vincenzo D'Amico mengkritisi hasil kerja Juventus dalam dua bursa transfer terakhir. Ia merasa manajemen si Nyonya Tua kurang peka membaca situasi.

Baca Juga

Menurut  Vincenzo, Juventus butuh tambahan pemain kelas dunia di lini tengah. Pada musim panas tahun lalu, Bianconeri malah menggelontorkan dana selangit untuk membeli Matthijs De Ligt.

Demi mendapatkan De Ligt, Juventus memberikan total uang 85 juta euro pada Ajax Amsterdam. Hanya, De Ligt seorang bek.

"Seharusnya dana itu mereka investasikan untuk membuat lini tengah yang lebih baik," kata sosok yang juga mantan penggawa Lazio, dikutip dari Football Italia, Jumat (28/2).

Sebenarnya Juve sudah mendapatkan gelandang anyar. Mereka, yakni Adrien Rabiot dan Aaron Ramsey. Si Nyonya Tua tak perlu mengelontorkan pundi-pundi euronya untuk dua pemain tersebut. Tapi Vincenzo tidak melihat nilai lebih dari Ramsey dan Rabiot.

"Rabiot dan Ramsey adalah pemain yang tidak mereka butuhkan," ujar pria 65 tahun ini.

Juventus baru saja mengalami kekalahan pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Bertandang ke markas Olympique Lyon, Groupama Stadium, si Nyonya Tua menyerah 0-1.

Pelatih Maurizio Sarri kesal. Ia melihat anak asuhnya tidak bisa mempraktikkan taktik yang ia rancang.

Menurut Vincenzo, bisa jadi Cristiano Ronaldo penyebab Sarriball sulit diperagakan awak Bianconeri. "Dia bermain dengan jalannya sendiri, Sementara Sarri membutuhkan seseorang yang cocok dengan gaya sepakbolanya," ujar dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA

 
 

TERPOPULER

Kamis , 01 Jan 1970, 07:00 WIB