Tuesday, 12 Rajab 1440 / 19 March 2019

Tuesday, 12 Rajab 1440 / 19 March 2019

Frustrasi, Senyum Pahit, dan Ketusnya Vinales di GP Austria

Selasa 14 Aug 2018 12:29 WIB

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Endro Yuwanto

Maverick Vinales

Maverick Vinales

Foto: EPA-EFE/EDDY LEMAISTRE
Ia hanya finis ke-12 dan tertinggal jauh 88 angka dari Marquez di puncak klasemen.

REPUBLIKA.CO.ID, SPIELBERG -- Maverick Vinales sejak 2017 digadang-gadang sebagai pesaing utama peraih gelar juara dunia MotoGP melawan Marc Marquez. Namun, harapan itu memudar.

Bahkan, di GP Spielberg, Austria akhir pekan kemarin, pembalap Movistar Yamaha itu hanya bisa finis ke-12 dan tertinggal jauh 88 angka dari Marquez yang masih memuncaki klasemen.

Situasi di Yamaha perlahan menjadi sangat tidak nyaman bagi Vinales. Di paddock, Vinales dan kepala krunya, Ramon Forcada bahkan tak banyak bicara lagi.

Juara dunia Moto3 2013 itu frustrasi. Tidak heran, Vinales tahun ini sudah dua kali pulang hanya membawa empat angka setelah balapan. Berikut ungkapan kekecewaan Vinales usai GP Austria, dilansir dari Speedweek, Senin (13/8).

T: Maverick, ini bukan balapan terbaik dan bukan akhir pekan terbaik Anda. Bagaimana tanggapannya?

J: Satu-satunya hal yang bisa saya lakukan adalah memikirkan balapan akhir pekan berikutnya.

T: Apa masalah Anda hari ini? Apakah kurang kecepatan, cengkeraman, atau akselerasi?

J: Saya tak tahu. Saya hanya ingin cepat-cepat ke balapan berikutnya. Saya suka Sirkuit Silverstone, Inggris.

T: Seperti biasa, Anda jauh lebih cepat menjelang akhir-akhir balapan ketimbang di awal. Waktu awal kemarin, kami melihat Anda di tempat ke-16. Apa masalahnya?

J: Ya, kami punya masalah di beberapa lap pertama setiap balapan. Namun, saya masih belum tahu cara mengatasinya. Saya mencoba banyak gaya balap berbeda, namun tak membantu. Saya akan berusaha lebih keras di lain hari.

T: Anda memenangkan GP Silverstone saat masih bersama Suzuki 2016. Sirkuit itu Anda kuasai. Apa harapan Anda untuk kesempatan mendatang?

J: Saya tak berharap apa-apa. Saya hanya ingin menikmati berkendara di atas motor saya. Saya hanya ingin mendorong Yamaha lebih baik lagi.

T: Kemarin, Manajer Yamaha Tsuya mengatakan Anda bermasalah dengan sensor motor. Apakah masalah-masalah ini sudah diselesaikan akhir pekan kemarin?

J: Sepertinya sensornya sudah bagus. Memang motornya yang tidak berfungsi dengan baik. Masalah Yamaha itu jauh lebih besar dari sekadar sensor. Kami harus melakukan lebih baik lagi di Silverstone.

T: Tsuya mengatakan sensor yang rusak itu mengganggu konsentrasi Anda Sabtu kemarin. Apakah benar?

J: Saya pikir itu tak begitu memengaruhi konsentrasi saya. Sebab, begitu helm dipakai, saya selalu fokus kok. Saya melakukan yang terbaik setiap masuk lintasan.

T: Yamaha akan menguji bagian-bagian baru di Misano pekan depan. Ini akan menjadi bagian dari motor 2019. Seberapa penting tes Misano untuk Anda?

J: Kami perlu meningkatkan pengaturan dan menjadi lebih kompetitif sebab masih banyak balapan tersisa tahun ini. Kami membutuhkan hasil lebih bagus.

T: Bisakah Anda menikmati balapan dengan situasi seperti sekarang ini?

J: Tidak mungkin saya menikmati balapan dengan situasi begini. Itu tak akan pernah. Saya tak bisa menikmati ketika fakta menunjukkan saya finis ke-12. Itu sudah pasti.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA