Thursday, 16 Jumadil Akhir 1440 / 21 February 2019

Thursday, 16 Jumadil Akhir 1440 / 21 February 2019

Atlet Panjat Tebing Indonesia Raih Emas dan Perak di Cina

Sabtu 22 Sep 2018 17:15 WIB

Rep: Frederikus Dominggus Bata/ Red: Endro Yuwanto

Aries Susanti Rahayu

Aries Susanti Rahayu

Di women's speed world record terjadi All Indonesian Final antara Aries dan Puji.

REPUBLIKA.CO.ID, ANSHUN -- Atlet panjat tebing Indonesia kembali meraih prestasi di level internasional. Putra-putri Tanah Air meraih satu medali emas dan dua perak dalam kejuaraan International Climbing Elite Tournament di Anshun, Cina, pada 21-22 September 2018.

Baca Juga

Peraih emas atas nama Aries Susanti Rahayu. Adapun medali perak diraih oleh Aspar Jaelolo dan Puji Lestari.

Emas dari Aries dan Perak dari Puji diperoleh setelah di nomor women's speed world record terjadi All Indonesian Final antara Aries dan Puji. Aries berhasil mengalahkan kompatriotnya dengan catatan waktu 7,72 detik sedangkan Puji 7.89 detik. Sedangkan medali perunggu diraih oleh atlet asal Rusia, Maria Krasavina.

Pada laga final di nomor men's speed world record, Aspar Jaelolo mengalami fall. Dengan berbesar hati, pria asal Donggala, Sulawesi Selatan, ini harus merelakan medali emas untuk lawannya, Chen Zi Hang, dari Cina. Sementara medali perunggu diraih oleh atlet asal Rusia, Stanislav Kokorin.

Selain berlaga di nomor speed, Aspar, Aries, dan Puji juga tampil di nomor lead. Hanya saja, mereka gagal masuk final. Baik Aspar maupun Aries berada di peringkat sembilan. Sementara untuk masuk final lead, minimal harus berada di peringkat delapan.

Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) Faisol Riza menganggap raihan tiga medali ini merupakan penanda kesiapan atlet Indonesia untuk tampil di Olimpiade Tokyo. "Ini adalah sinyal bagus bagi kita dan juga pemerintah untuk segera menyiapkan pelatnas," kata Faisol lewat siaran pers, Sabtu (22/9).

Aspar, Aries, dan Puji, adalah atlet elite yang diundang langsung oleh pihak China untuk mengikuti kompetisi tersebut. Seluruh biaya akomodasi ketiga atlet itu dibiayai oleh pihak penyelenggara.

Selain International Climbing Elite Tornament di Anshun, masih ada tujuh kompetisi internasional lagi yang harus mereka lakoni di pengujung 2018 ini. Dua dari tujuh  kompetisi tersebut adalah seri kejuaraan dunia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA