Minggu, 17 Rajab 1440 / 24 Maret 2019

Minggu, 17 Rajab 1440 / 24 Maret 2019

Mengapa Yamaha Makin Terpuruk di Moto GP?

Kamis 27 Sep 2018 13:33 WIB

Red: Elba Damhuri

Johann Zarco

Johann Zarco

Foto: EPA-EFE/EDDY LEMAISTRE
Terakhir kali Yamaha merasakan kemenangan adalah pada seri MotoGP Belanda 2017.

REPUBLIKA.CO.ID Oleh: Mutia Ramadhani

Para pembalap Moto Grand Prix (GP) dari tim Yamaha mulai resah dengan perjalanan negatif mereka musim ini. Baik pembalap dari tim utama Yamaha Movistar maupun tim satelit Yamaha Tech-3 sama-sama belum pernah meraih kemenangan musim ini.

Bahkan, dalam empat seri terakhir, Yamaha tidak mampu mengantarkan pembalapnya ke atas podium. Pembalap Yamaha Tech-3 Johann Zarco menyebut tak ada solusi dari Yamaha atas masalah yang dihadapi timnya saat ini.

Zarco menyatakan telah berjuang keras sejak awal musim bersama pembalap tim utama Valentino Rossi dan Maverick Vinales. Kegagalan terus menghantui, bahkan untuk finis enam besar saja sulit diraih sejak GP Jerez Mei lalu.

Bila ditotal, Zarco dan kawan-kawan tidak pernah sekali pun berjaya dalam 23 balapan secara beruntun sejak pertengahan musim lalu. Rider berkebangsaan Prancis ini menyebut persoalan utama ada di traksi belakang motornya.

Akibat hal tersebut, Zarco mencatat hasil balapan terburuknya di Sirkuit Motorland Aragon akhir pekan lalu dengan finis ke-14. Zarco mengaku tidak lagi menikmati motor Yamaha yang ia tunggangi selama dua musim terakhir ini.

"Bagiku, balapan semakin buruk dan kian buruk, putaran demi putaran. Rasanya sangat menyedihkan sebab saya sesungguhnya ingin menikmatinya," kata dia, dilansir dari Autosport, Rabu (26/9).

Zarco menilai cuma ahli-ahli teknisi Yamaha yang bisa membereskan masalah ini. Ia berkeras tidak ada solusi lagi yang bisa diberikan pembalap.

Joki kuda besi berusia 29 tahun ini pun lega karena sudah dipastikan akan hengkang dari Yamaha seiring kepindahan Tech-3 ke KTM per musim 2019. "Kami tahu kami sekarang hanya perlu 'bermain' dengan motor yang ada dan mengendarainya," kata Zarco.

Zarco saat ini menempati urutan kedelapan klasemen MotoGP 2018 dengan 112 angka setelah sebelumnya sempat bertahan lama di urutan kelima. Vinales pun sepakat dengan rekannya itu.

Pembalap berkebangsaan Spanyol ini bahkan mengaku sudah kehilangan motivasi untuk membalap musim ini. Vinales saat ini masih bertengger di posisi kelima dengan mengantongi 130 angka.

Pembalap yang memenangkan Rookie of the Year 2016 itu menilai tim berada dalam kondisi terburuk dan tes uji coba hanya memberikan harapan palsu untuknya dan Rossi.

"Kami kehilangan semua motivasi kami dan tidak tahu lagi apa yang harus ditargetkan. Perasaan saya dengan motor ini sangat buruk. Tidak lama lagi seri balapan Asia dimulai dan saya berharap semua cepat berakhir. Saya sekarang tanpa harapan, tanpa motivasi," kata pembalap berusia 23 tahun ini.

Selama uji coba di Misano dan Aragon, Vinales mencoba masing-masing 100 lap. Usai menggeber motor M1-nya, Vinales mengaku bingung karena semua komponen yang ada di tunggangannya tidak berfungsi optimal.

"Saya bahkan membandingkan motor saya dengan motor nonpabrikan (Tech-3). Mereka bahkan sepertinya lebih baik dari saya, jujur," kata mantan pembalap tim Suzuki ini.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA