Minggu, 17 Rajab 1440 / 24 Maret 2019

Minggu, 17 Rajab 1440 / 24 Maret 2019

Akankah Rossi-Vinales Kembali Gemilang di Sepang?

Jumat 02 Nov 2018 05:00 WIB

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Endro Yuwanto

Dua pembalap MotoGP, Maverick Vinales (kiri) dan Valentino Rossi (kanan).

Dua pembalap MotoGP, Maverick Vinales (kiri) dan Valentino Rossi (kanan).

Foto: EPA/Maurizio Brambati
Kedua jagoan Yamaha ini berusaha tampil gemilang akhir pekan ini.

REPUBLIKA.CO.ID, SEPANG -- Tim Movistar Yamaha siap berlaga di Sirkuit Internasional Sepang akhir pekan ini. Setelah meraih podium satu pertama tahun ini di Philip Island, Australia, tim Garpu Tala langsung terbang ke Malaysia.

Valentino Rossi mencatat kemenangan di Sepang pada 2001, 2003, 2004, 2006, 2008, dan 2010. Rossi finis kedua pada 2002, 2005, 2014, dan 2016. The Doctor finis ketiga pada 2009 dan 2015 setelah insiden Sepang bersama Marc Marquez. Juara dunia sembilan kali itu tertinggal 15 angka di belakang Andrea Dovizioso di klasemen sementara.

Maverick Vinales memegang posisi empat di klasemen. Mack juga tercatat kuat di Sepang. Dia memenangkan podium satu di kelas 125cc pada 2011.

Setahun kemudian Vinales tak ambil bagian dalam kemenangan Moto3 karena Honda tak cukup mendukungnya melawan Sandro Cortese (KTM). Pada 2014, Vinales memenangkan Moto2 di Malaysia dan mengulang kisah sama di kelas MotoGP pada 2016.

Akankah kedua jagoan Tim Garpu Tala kembali tampil gemilang akhir pekan ini? Berikut komentar mereka dilansir dari Speedweek, Kamis (1/11). Manajer tim Yamaha Movistar, Massimo Meregalli, menyatakan, kemenangan di Australia sangat fantastis bagi tim. Namun Yamaha tak bisa lama-lama menikmatinya karena harus fokus pada GP Malaysia akhir pekan ini.

Tentu saja, lanjut Meregalli, kemenangan Maverick memberi Yamaha motivasi ekstra, sehingga bisa memulai balapan akhir pekan ini dengan positif. Di Sepang, beberapa faktor memainkan peran penting. "Ini adalah satu dari tiga balapan terakhir tahun ini, jadi kondisi fisik pembalap sangat penting, terutama karena mereka balapan dalam cuaca panas dan lembab."

Setelah dua balapan yang sangat kompetitif, kata Meregalli, Yamaha siap untuk putaran terakhir di luar Eropa. Tentu saja, kedua pembalap Yamaha ingin bertarung dengan pemimpin-pemimpin kejuaraan dan mengakhiri musim 2018 sebaik mungkin. "Itulah tujuan kami," jelas dia.

Adapun Rossi menyatakan, ia kehilangan beberapa angka di klasemen saat balapan di Australia. "Jadi saya sedikit kecewa. Namun, saya berbahagia untuk Maverick dan Yamaha. Sekarang kami harus fokus pada perlombaan di Sepang."

Menurut Rossi, sangat penting bagi Yamaha untuk menciptakan akhir pekan yang baik. Timnya harus terus bekerja dan tekun untuk menjadi kompetitif di setiap balapan. Sepang sebenarnya bukan salah satu trek favorit Rossi, namun ia akan melakukan yang terbaik untuk menggapai hasil terbaik. "Setelah kemenangan di Australia, saya sangat bahagia. Tim telah bekerja keras mengatasi krisis. Saya merasa lebih baik dan mendapatkan kembali kepercayaan diri," ucapnya.

Adapun Vinales menjelaskan, timnya harus memikirkan balapan selanjutnya di Sepang. Ia sangat termotivasi. Ini adalah sirkuit yang cuaca dan iklimnya sangat berbeda dari Philip Island dan Jepang. Di Malaysia sangat panas. "Itulah mengapa balapan di sini menuntut kondisi fisik prima. Saya pikir langkah kami di Philip Island membuat kami lebih baik menunggangi M1. Kami berada di jalur yang benar dan jika konsisten seperti ini, kami yakin bisa meraih lebih banyak kemenangan," kata dia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA