Wednesday, 17 Jumadil Awwal 1440 / 23 January 2019

Wednesday, 17 Jumadil Awwal 1440 / 23 January 2019

Bradford Gemilang, Pelita Jaya Kalahkan Hang Tuah

Kamis 10 Jan 2019 17:17 WIB

Rep: Fitriyanto/ Red: Endro Yuwanto

Wayne bradford pemain Pelita Jaya menguasai bola.

Wayne bradford pemain Pelita Jaya menguasai bola.

Foto: dok. IBL Indonesia
Namun, finalis musim lalu ini sempat tertinggal di dua kuarter awal.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Guard asing Pelita Jaya Jakarta, Wayne Bradford, tampil gemilang. Dalam laga pembuka IBL Pertamax Seri IV, Kamis (10/1), di Sritex Arena, Solo, Jawa Tengah, Bradford mencetak double-double, 35 angka dan 11 rebound, di antaranya melalui lima kali tembakan tiga angka dari sembilan percobaan untuk mengantar timnya mengalahkan Hang Tuah 70-63.

Finalis musim lalu ini sempat tertinggal di dua kuarter awal. Kuarter satu tertinggal 13-18. Kuarter dua masih tertinggal 26-32.

Aksi gemilang Bradford di kuarter tiga, salah satunya melalui tembakan tiga angka tiga kali. Ini membalikkan keadaan 49-46 di akhir kuarter ketiga. Pelita Jaya mampu mempertahankan keunggulan dan akhirnya menang 70-63.

Pelatih kepala Pelita Jaya Fictor Roring usai laga menyatakan, kemenangan kali ini sedikit beruntung. "Walau bermain bukan di level kami, kami menang. Ini pekerjaan rumah kami. Kami tak keluar energi. Untung Wayne bisa bangkit. Membawa tim memenangkan laga. Ini memang kelasnya Bradford. Pemain lain banyak yang di bawah permainan terbaik. Lawan memberikan perlawanan luar biasa. Musim ini kami tak bisa meremehkan tim lain," lanjut Ito sapaan akrab Fictor Roring.

Bradford mengakui timnya terlambat start. "Musim ini persaingan lebih berat, sulit diprediksi tidak seperti musim lalu."

Selain Bradford, Korea White mencetak 11 angka dan 14 rebound. Pemain lokal yang mampu mencetak dua digit hanya Adhi Pratama 10 angka.

Sementara pelatih Hang Tuah Andika Saputra menyatakan, momentum timnya hilang di kuarter ketiga. "Irama bermain kami hilang, mereka dapat rebound dan second change," jelasnya. "Kejadian kuarter tiga sering terulang di setiap gim. Memulainya sangat sulit. Namun secara keseluruhan permainan sudah mulai membaik," ujar coach Bedu sapaan akrab Andika.

Jacobs, yang dalam laga kali ini menjadi 29 angka sepakat dengan Bedu bahwa timnya menurun di kuarter tiga. "Kami menurun saat bertahan maupun menyerang. Seharusnya kami bermain seperti di dua kuarter awal jika ingin menang," jelasnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA