Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Butet Masih Penasaran Medali Emas Asian Games

Selasa 22 Jan 2019 01:51 WIB

Red: Ratna Puspita

Pebulu tangkis Indonesia Liliyana Natsir (tengah) bersama Ketua Pelaksana Indonesia Masters 2019 Achmad Budiarto (kanan) dan Kabid Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susi Susanti (kiri) memberikan keterangan saat konferensi pers jelang Daihatsu Indonesia Masters 2019 di Jakarta, Senin (21/1/2019).

Pebulu tangkis Indonesia Liliyana Natsir (tengah) bersama Ketua Pelaksana Indonesia Masters 2019 Achmad Budiarto (kanan) dan Kabid Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susi Susanti (kiri) memberikan keterangan saat konferensi pers jelang Daihatsu Indonesia Masters 2019 di Jakarta, Senin (21/1/2019).

Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Kendati demikian, Butet mengaku bersyukur karena telah meraih emas Olimpiade.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Atlet bulu tangkis ganda campuran Indonesia Liliyana Natsir, atau akrab disapa Butet, mengaku masih penasaran untuk merebut medali emas Asian Games. Rasa penasaran ini menyusul perolehan perak Asian Games 2014 dan perunggu Asian Games 2018.

"Saya belum kesampaian dapat emas Asian Games. Setelah mendapatkan medali perak pada 2014, saya harus menunggu empat tahun lagi untuk mendapatkan emas. Itu bukan waktu sebentar. Tapi, saya tetap bersyukur dan puas walaupun mendapatkan medali perunggu," kata Butet dalam jumpa pers Indonesia Masters 2019 di Jakarta, Senin (21/1).

Meskipun masih penasaran medali emas Asian Games, Butet mengaku bersyukur karena telah mencapai target utama pribadi, yaitu medali emas Olimpiade. "Setelah mendapatkan emas Olimpiade, otomatis motivasi saya menurun," katanya.

Indonesia Masters 2019 akan menjadi turnamen terakhir bagi Liliyana Natsir menyusul rencana pensiun atlet berusia 33 tahun itu sebagai atlet bulu tangkis. Butet akan berpasangan dengan Tontowi Ahmad sebagai penampilan terakhir pasangan peraih medali emas Olimpiade Rio 2016 itu dalam turnamen internasional.

"Kejuaraan Dunia 2005 menjadi pertandingan paling berkesan bagi saya karena saya menjadi juara dunia tepat pada usia 19 tahun," kata atlet kelahiran Manado, Sulawesi Utara itu, tentang kejuaraan paling berkesan sepanjang karirnya sebagai atlet bulu tangkis.

Atlet asal klub bulu tangkis Djarum Kudus itu mengaku belum terpikir untuk menjadi pelatih bulu tangkis, baik dalam pelatnas PBSI maupun klubnya. "Saya tidak tahu saya siap atau tidak karena sebagai pemain, saya hanya memikirkan diri sendiri, seperti kedisiplinan latihan dan menjaga konsumsi makanan," ujarnya.

Butet mengatakan jika harus menjadi pelatih, tanggung jawab yang akan diembannya semakin besar karena harus mengurus kedisiplinan para pemain. "Pemain yang bagus belum tentu menjadi pelatih yang bagus," katanya.

Panitia Penyelenggara Indonesia Masters 2019 akan menggelar pesta perpisahan bagi Butet sebelum pertandingan final di Stadion Istora Senayan, pada pukul 12.00 WIB, Ahad (27/1). Pasangan ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir akan memulai laga Indonesia Masters 2019 menghadapi ganda India Pranaav Jerry Chopra/Reddy N Sikki pada pertandingan pertama. 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA