Kamis, 18 Safar 1441 / 17 Oktober 2019

Kamis, 18 Safar 1441 / 17 Oktober 2019

Prawira Bandung Atasi Siliwangi dalam Laga Dua Tim Jabar

Ahad 10 Feb 2019 16:52 WIB

Red: Israr Itah

Guard Bogor Siliwangi Martavious Irving membawa bola dijaga pemain Prawira Bandung.

Guard Bogor Siliwangi Martavious Irving membawa bola dijaga pemain Prawira Bandung.

Foto: DOK IBL
Kemenangan ini membuat catatan menang kalah Prawira di Divisi Merah menjadi 6-9.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Prawira Bandung berhasil menaklukkan Bogor Siliwangi 94-83 pada seri ketujuh IBL Pertamax 2018-2019 di GOR Bima Sakti Malang, Ahad (10/2). Kemenangan ini membuat catatan menang kalah Prawira di Divisi Merah menjadi 6-9 dan masih berada di posisi empat. Namun harapan menuju play-off masih terjaga.

Sempat tertinggal 15 angka di pertengahan kuarter ketiga, Prawira bangkit dan memperkecil menjadi hanya lima 64-69. Kuarter terakhir, Prawira makin produktif dan akhirnya memenangkan laga 94-83. 

"Kami memulai gim dengan baik, namun kemudian hilang konsentrasi sehingga sempat tertinggal jauh", kata pelatih Prawira, Andre Yuwadi. 

Prawira kemudian menerapkan full court press di kuarter ketiga dan berhasil. Menurut Andre, itulah sebenarnya gaya permainan Prawira.

Dia gembira para pemainnya bisa lepas dari tekanan. Para pemainnya dipuji berhasil mengendalikan tekanan dan bermain lebih percaya dir.

Hal ini dibenarkan oleh Raymond Shariputra. "Kami lebih percaya diri dan mainnya jadi enak. Kelemahan kami memang belum konsisten," kata Raymond, pencetak 17 angka bagi Prawira, sepuluh di antaranya dicetak pada kuarter keempat.

Dalarian Williams mencetak 31 angka, Hans Abraham membuat 17 angka dan Brachon Griffin mengemas 15 angka.

Sementara Martavious Irving mencetak 23 poin bagi Siliwangi. Michael Vigilance Jr mencetak double double dengan raihan 35 angka dan 15 rebound. Daniel Wenas yang harus fouled out menyumbang sepuluh angka. 

"Tembakan kami banyak gagal, juga melakukan banyak turn over," kata Irving.

Asisten pelatih Siliwangi Andri Malay mengatakan, masalah timnya muncul pada 15 menit terakhir karena tekanan lawan. Ini akan jadi bahan evaluasi Siliwangi menyambut seri berikutnya di Yogyakarta.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA