Sunday, 17 Rajab 1440 / 24 March 2019

Sunday, 17 Rajab 1440 / 24 March 2019

H-Brother Siap Mencetak Petarung MMA Profesional

Senin 18 Feb 2019 00:19 WIB

Red: Gilang Akbar Prambadi

Komunitas MMA di H-Brother.

Komunitas MMA di H-Brother.

Foto: DOK. H-Brother
Camp ini diharapkan menjadi solusi untuk berlatih calon atlet tarung bebas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Cabang olahraga mix martial art (MMA) semakin berkembang Indonesia karena. Tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan bela diri maupun kesehatan, saat ini MMA pun mulai rutin dipertandingkan untuk mengejar prestasi.

Melihat potensi yang luar bisa dari MMA, H-Brother menawarkan tenaga untuk membantu Tanah Air mencetak petarung-petarung andalan. Bertempat di H Muay Thai Boxing Ruko City Walk Jl. Raffless Hills Boulevard Blok I1 No.18, Sukatani, Tapos, Kota Depok, Jawa Barat, pendiri H-Brother, Marlaut Farhan Hutapea, Mustadi Anetta, dan Aryo Bayu Nugroho berhasrat melatih para calon petarung unggulan.

Ketiganya sepakat membangun sasana latihan yang memadai dan didukung dengan jajaran pelatih berlisensi. Camp ini diharapkan menjadi solusi untuk berlatih calon atlet dan diharapkan mampu melahirkan atlet MMA profesional.

"Kami memang mempunyai target ingin membantu atlet Indonesia untuk go internasional. Makanya saya terbang ke Thailand khusus untuk belajar sistem kepelatihan di sana. Memang tidak bisa diaplikasikan sepenuhnya. Tapi, minimal kita sudah punya dasar pelatihannya," kata Marlaut, Ahad (17/2).

Selama di Thailand, sosok yang akrab disapa Farhan ini belajar menjadi instruktur Muay Thai di Master Toddy hingga mendapatkan gelar akhir Kru termuda. Gelar termuda ini tak hanya di Indonesia, melainkan juga sebagai salah satu KRU Termuda di World Muaythai Association yang berbasis di Thailand.

"Kita memang tidak mengadopsi semua program dari Thailand. Kenapa? Karena kita akan memaksimalkan apa yang Indonesia punya. Istilahnya dengan cara kita. Dengan program yang tepat saya optimis kita bisa bersaing dikancah internasional," ujar dia.

Hal hampir serupa dikatakan oleh Mustadi. Pelatih yang sudah berkecimpung di dunia MMA sejak 1995 ini menilai potensi atlet Indonesia cukup besar. Hanya masih membutuhkan sentuhan terutama dalam pertarungan bawah (grappling).

"Selama ini kita selalu tanding berdiri. Makanya untuk bisa bersaing harus meningkatkan teknik grappling seperti gulat dan jiujitsu. Makanya di sini (H-Brother) kami memerapkan pelatihan komplit," katanya.

Selain fokus pada pengembangan MMA, H-Brother juga melakukan terobosan dengan memadukan MMA dengan pusat kebugaran. Tidak hanya itu, camp yang lokasinya cukup ideal di Timur Jakarta ini juga melakukam pengembangan kebugaran lain seperti yoga, Cross Fitt, dan lain-lain.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA