Selasa, 12 Rajab 1440 / 19 Maret 2019

Selasa, 12 Rajab 1440 / 19 Maret 2019

Dukungan Maksimal untuk Bawa Olimpiade ke Tanah Air

Jumat 22 Feb 2019 09:07 WIB

Rep: Muhammad Ikhwanuddin, Bilal Ramadhan, Fitriyanto/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Upacara pembukaan Asian Games 2018.

Upacara pembukaan Asian Games 2018.

Foto: kemenko PMK
Pengalaman menggelar dua Asian Games jadi modal kuat untuk Indonesia.

JAKARTA -- Langkah Indonesia yang secara resmi mengajukan diri sebagai calon tuan rumah Olimpiade 2032 disambut hangat sejumlah pengurus cabang olahraga (cabor) dan insan olahraga. Sekretaris Jenderal Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Achmad Budiharto mengatakan, jika Indonesia terpilih sebagai tuan rumah Olimpiade 2032, tentunya akan menjadi tantangan bagi para atlet.

“Kita selalu menanamkan kepada para atlet, setiap peluang harus dimanfaatkan. Apalagi, kalau kita sebagai tuan rumah olimpiade, pasti dapat dukungan dari penonton. Ini tentu jadi tantangan,” kata Budiharto di GOR Sasana Budaya Ganesha Bandung, Jawa Barat, Kamis (21/2).

Budiharto mengapresiasi adanya upaya pemerintah untuk menghadirkan Olimpiade di Indonesia. Dengan pengalaman pernah menjadi tuan rumah ajang SEA Games dan Asian Games, tentunya akan menjadi keuntungan bagi Indonesia untuk terpilih.

Jika Indonesia sudah dapat kepastian sebagai tuan rumah Olimpiade, lanjut dia, semua cabor harus mempersiapkan diri lagi, termasuk bulu tangkis. Untuk persiapan tersebut, ia menyebut hal terpenting adalah regenerasi dan pembinaan usia dini. Hal itu karena setiap pemain memiliki puncak permainannya masing-masing lalu menurun seiring usia. Dia pun meminta jangan sampai suatu cabor mengandalkan pemain yang sama terus-menerus.

PBSI sendiri akan fokus untuk melakukan pembinaan di Indonesia daerah timur seperti Maluku. Ia mengatakan, Indonesia pernah memiliki banyak pemain asal Maluku, seperti Rexy Mainaky, Richard Mainaky, dan Marleve Mainaky. “Jadi klub-klub di sana juga harus dikembangkan,” ujar dia.

Manajer Tim PB Djarum Kudus, Fung Permadi juga menyampaikan apresiasinya terhadap pengajuan Indonesia sebagai calon tuan rumah Olimpiade 2032. Dari PB Djarum Kudus, lanjut dia, memang sudah melakukan pembinaan atlet sejak usia dini yang suatu saat bisa ikut berjuang di Olimpiade 2032.

“Kita memang membina tujuannya sudah jangka panjang, misalnya dengan mengadakan audisi di daerah-daerah. Bahkan, PB Djarum sudah membina atlet dari usia delapan tahun. Berarti kalau Olimpiade 2032, sekitar usia 20-21 tahun dan mungkin bisa bertanding nanti,” kata Fung.

Pemain junior ganda campuran peraih gelar Juara Dunia Junior 2018, Leo Rolly Carnando tidak sabar menunggu Indonesia menyelenggarakan Olimpiade 2032. Dengan usianya yang masih 17 tahun, Leo yakin masih punya waktu untuk ikut Olimpiade pada tahun tersebut.

“Ya saya pasti senang kalau main di olimpiade, apalagi main di Indonesia, karena pasti banyak suporternya. Saya akan main fighting saja. Ini kan olimpiade, kita kan enggak pernah tahu,” kata Rolly.

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI), Harlin Raharjo siap membantu Indonesia menjadi kandidat kuat penyelenggara Olimpiade 2032. Menurut Harlin, penyelenggaraan pesta olahraga sebesar olimpiade sangatlah menguntungkan tuan rumah.

“Jika nanti kita dipercaya menjadi tuan rumah, akan membawa dampak positif lain di luar olahraga, seperti pariwisata, ekonomi, perdagangan, dan lain-lain,” kata dia kepada Republika.

Harlin pun siap mempraktikkan anjuran Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir yang meminta cabor-cabor rutin menggelar kejuaraan internasional. Harlin memahami, dengan sering menggelar kejuaraan kelas dunia maka nama Indonesia akan semakin kuat untuk bisa terpilih.

“Ajang Indonesia Open Aquatic Championship sudah rutin digelar sejak tahun 2017 setiap Desember. Ada juga Festival Akuatik tiap April sebagai agenda tahunan rutin kejuaraan internasional yang diikuti oleh empat cabor (renang, polo air, renang artistik, dan loncat indah),” kata dia.

Harlin mengatakan, PRSI juga merencanakan untuk menggelar kejuaraan-kejuaraan internasional lainnya. PRSI, menurut dia, sedang mengupayakan Indonesia menjadi salah satu tuan rumah seri kejuaraan dunia.

“Kami akan memanfaatkan Stadion Akuatik GBK yang megah itu untuk menjadi tuan rumah. Stadion Akuatik di GBK sudah standar internasional, saat Asian Games lalu terjadi pemecahan rekor dunia, dan rekor ini diakui. Kita akan memaksimalkan Stadion GBK dan menunjukkan kalau kita mampu jadi tuan rumah Olimpiade,” katanya.

Atlet angkat besi Indonesia, Eko Yuli Irawan, bahkan yakin Indonesia akan ditunjuk menjadi penyelenggara Olimpiade 2032. Dengan bekal sebagai tuan rumah Asian Games 2018 lalu, Eko percaya Indonesia memiliki kapabilitas untuk melakukan hal serupa di pentas dunia.

"Itu menjadi pengalaman penting bagi Indonesia. Yang pasti senang bisa mencalonkan menjadi tuan rumah Olimpiade," kata Eko kepada Republika.

Peraih medali perunggu dan perak dalam tiga olimpiade berturut-turut ini berharap, generasi mendatang dapat menorehkan prestasi gemilang di banyak cabor. Secara khusus, Eko ingin cabor yang digelutinya bisa ikut mengharumkan nama bangsa.

"Mudah-mudahan generasi selanjutnya dapat bersaing. Yang penting jalani prosesnya," ujar pria kelahiran Metro, Lampung ini.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA