Rabu, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Rabu, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Mengenal Lalu 'Badok' Zohri yang Mendunia

Jumat 13 Jul 2018 14:54 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Israr Itah

Rumah Lalu Muhammad Zohri di Dusun Karang Pangsor, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, NTB.

Rumah Lalu Muhammad Zohri di Dusun Karang Pangsor, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, NTB.

Foto: Republika/Muhammad Nursyamsi
Sang pelari lebih beken dengan panggilan Badok.

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK UTARA -- Berkunjunglah ke Dusun Karang Pangsor, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB). Tanyakan kepada warga setempat tempat tinggal Lalu Muhammad Zohri, sprinter Indonesia yang baru saja menyabet emas nomor 100 meter Kejuaraan Dunia Atletik U-20 yang berlangsung di Tampere, Finlandia. Kemungkinan besar, Anda akan menyaksikan kening berkerut atau wajah kebingungan.

Masyarakat sekitar tak familiar dengan nama Lalu Zohri. Sang pelari muda lebih beken dengan panggilan Badok. 

"Kalau tanya sama warga sini di mana rumah Zohri, pada enggak tahu. Tapi, kalau tanya rumahnya Badok pasti tahu," kata teman Zohri, Muadz (25) saat berbincang dengan Republika.co.id di kediaman Zohri, Jumat (13/7).

Beragam versi muncul atas penamaan Badok. Muadz mengaku tidak ada arti khusus dari nama Badok. Menurut Muadz, Badok itu panggilan teman-teman sekolahnya sejak SD.

Versi lain yang didapat Republika.co.id, Badok merupakan nama orang dengan gangguan jiwa yang ada di sekitar kampung. Melihat Zohri yang acapkali tidak mengenakan sepatu, banyak yang bercanda dengan memanggilnya dengan sebutan Badok.

Ada juga yang mengartikan Badok sebagai lugu, merujuk sikap Zohri yang cenderung pendiam.

Kakak Zohri, Lalu Marib (28) tidak menampik panggilan Badok. Ia pun kerap memanggil Zohri dengan Badok. Menurut dia, Badok tidak memiliki arti apa pun, atau sebatas panggilan semata.

"Awalnya dari panggilan teman-temannya di kampung sebelah dengan Badok dan akhirnya menjadi kebiasaan hingga sekarang," lanjutnya. 

Kakak tertuanya, Baiq Fazilah (29), membenarkan panggilan Badok. Kata Fazilah hampir semua orang memanggilnya dengan sebutan itu. "Bahkan, almarhum bapak juga memanggilnya Badok," kata Fazilah. 

Namun, Fazilah mengaku tetap memanggilnya dengan Lalu Zohri. Fazilah mengatakan, pada lebaran tahun ini, Zohri sempat pulang sebentar.

"Dia pulang itu jam 12 malam sampai sini pas malam takbiran. Tapi enggak lama, hanya dua hari di sini kemudian kembali lagi ke Jakarta," kata Fazilah.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA