Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Latihan di Bandung Buat Motivasi Persib Bertambah

Ahad 28 Oct 2018 14:14 WIB

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Endro Yuwanto

Pemain Persib, Supardi Nasir di Stadion Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (3/10).

Pemain Persib, Supardi Nasir di Stadion Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (3/10).

Foto: Republika/Hartifiany Praisra
Persib akan kembali menjalani laga kandang usiran tanpa penonton kontra Bali United.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Persib Bandung mampir ke Kota Bandung usai menjalani perjalanan panjang selama bulan Oktober. Selama dua hari, Persib melakukan latihan di Bandung sebelum akhirnya kembali ke Balikpapan.

Selama di Bandung, Persib ditemani oleh Bobotoh yang menjemput di bandara hingga saat latihan. Kapten tim Persib Supardi Nasir mengakui kepulangan Persib ke Bandung sebagai suntikan semangat.

"Pasti tambah (motivasi), terutama saat istri datang. Kehadiran (Bobotoh) itu bentuk cinta mereka, kami harus bayar," kata Supardi di Stadion Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (27/10).

Namun kebersamaan Persib dengan Kota Bandung dan Bobotoh hanya sebentar. Persib akan kembali menjalani laga kandang usiran tanpa penonton melawan Bali di Stadion Batakan, Balikpapan, pada Selasa (30/10).

Supardi mengakui tidak segan bertemu dengan Bali United. Apalagi dalam putaran pertama lalu, laga berakhir imbang dan kedua tim sama-sama membutuhkan poin. "Kami harus tatap laga sisa ini dengan kemenangan, kalau mau bicara juara," jelas dia.

Sementara itu, striker Persib Patrich Wanggai mengakui harus terbiasa dengan pertandingan tanpa Bobotoh. Mengingat selama ini di manapun Persib bertanding, Bobotoh hadir untuk membela Persib. "Ada bedanya atmosfer pertandingan (tanpa penonton), jadi kurang menggigit. Tapi saya yakin kami semua berusaha beri yang terbaik buat Persib dan Bobotoh yang selalu dukung kami," kata dia.

Wanggai mengamini target tim untuk menyapu bersih sisa laga. Tercatat terdapat tujuh laga sisa sebelum kompetisi Liga 1 berakhir. "Harus optimis (juara), mengapa tidak? Poin kami tidak terlalu jauh sama yang di atas. Kami masih bisa kejar, optimistis harus ada," jelas dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA