Monday, 15 Ramadhan 1440 / 20 May 2019

Monday, 15 Ramadhan 1440 / 20 May 2019

Sekjen PBSI tak Ingin Hanya Kevin/Marcus yang Juara

Senin 12 Nov 2018 18:55 WIB

Rep: Fitriyanto/ Red: Endro Yuwanto

Ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo (kiri) dan Marcus Fernaldi Gideon (kanan) menunjukkan medali dan trofi juara seusai pertandingan babak final Japan Open 2018 melawan pasangan Cina Li Junhui/Liu Yuchen di Tokyo, Jepang, Minggu (16/9).

Ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo (kiri) dan Marcus Fernaldi Gideon (kanan) menunjukkan medali dan trofi juara seusai pertandingan babak final Japan Open 2018 melawan pasangan Cina Li Junhui/Liu Yuchen di Tokyo, Jepang, Minggu (16/9).

Foto: Antara/Humas dan Media PP PBSI
PBSI juga berharap dari sektor tunggal putra, ganda putri, dan ganda campuran.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Turnamen Bulu tangkis internasional, Fuzhou Cina Terbuka 2018 sudah usai. Satu gelar juara berhasil diraih Indonesia. Satu-satunya gelar kembali dipersembahkan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.

Ini merupakan gelar ke-8 yang diraih pasangan berjuluk the Minions pada 2018. Dengan capaian delapan gelar (masih bisa bertambah) dalam satu tahun, ganda putra nomor satu dunia ini mencetak rekor baru, yakni pemain dengan gelar super series terbanyak dalam satu tahun.

Delapan gelar juara yang melengkapi Kevin/Marcus tahun ini diawali dari Indonesia Masters 2018 Super 500 pada Januari, lantas India Terbuka Super 500 pada Februari. Ketiga pada Maret All England Super 1000.

Indonesia Terbuka 2018 yang masuk kategori Super 1000 menjadi gelar keempat yang diraihya di bulan Juli. Bulan Agustus giliran Asian Games 2018 menjadi gelar kelima. Gelar keenam Jepang Tebuka 2018 Super 750, gelar ketujuh Denmark Terbuka super 750 di bulan Oktober. Dan yang terbaru Fuzhou Cina Terbuka 2018 super 750.

Sekretaris Jendral (Sekjen) PB PBSI Achmad Budiharto menyatakan ini menjadi peringatan bagi tim Indonesia karena selama ini hanya Kevin/Marcus saja yang berprestasi.

“Ya kalau dari sudut pandang saya sebetulnya warning, kami juga berharap dari sektor lain seperti tunggal putra, ganda putri, atau pun ganda campuran,” ujarnya kepada Republika.co.id, Senin (12/11). “Duet the Minions dengan posisi ranking satu dunia mau nggak mau harus selalu siap tampil di Tournament BWF seri atasnya. Memang perlu di backup oleh pasangan yang lain seperti Fajar/Rian.”

Budiharto berharap di sektor seperti ganda putri kembali bisa berprestasi. Namun ia mengakui ganda putri sedang dikeroyok ganda Jepang. "Tapi mereka juga tidak mentok terus lho, beberapa kali juga bisa mengatasi ganda Jepang. Hanya memang kami tahu tidak mudah menjaga konsistensi penampilan mereka,” jelasnya.

Adapun di sektor ganda campuran, lanjut Budiharto, memang masih perlu kematangan dan kestabilan. Sejauh ini belum ada pelapis Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang stabil.

Kevin/Marcus dkk akan kembali berjuang di ajang Yonex Sunrise Hong Kong Terbuka yang mulai digelar Selasa (13/11) ini.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA