Jumat, 19 Safar 1441 / 18 Oktober 2019

Jumat, 19 Safar 1441 / 18 Oktober 2019

Susy Susanti Akui PBSI Sulit Mencari Pengganti Butet

Senin 28 Jan 2019 21:05 WIB

Rep: Frederikus Dominggus Bata/ Red: Endro Yuwanto

Laga Terakhir. Pebulutangkis ganda campuran Indonesia Liliyana Natsir melambaikan tangan kearah suporter Indonesia seusai menjalani pertandingan final Daihatsu Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Ahad (27/1).

Laga Terakhir. Pebulutangkis ganda campuran Indonesia Liliyana Natsir melambaikan tangan kearah suporter Indonesia seusai menjalani pertandingan final Daihatsu Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Ahad (27/1).

Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Menurut Susy, setiap atlet memiliki masa kejayaan masing-masing.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu jagoan bulu tangkis Indonesia, Liliyana Natsir, akhirnya gantung raket. Di lapangan, wanita yang akrab disapa Butet, biasanya berpasangan dengan Tontowi Ahmad di nomor ganda campuran.

Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Susy Susanti, mengomentari situasi ini. Ia mengakui tidak mudah bagi PBSI menemukan pengganti Butet.

"Sampai saat ini belum ada. Dengan daya juangnya, semangatnya, dan juga karakternya yang jadi panutan adik-adiknya. Itu salah satu kelebihan Butet," kata Susy saat dihubungi Republika.co.id, Senin (28/1).

Meski demikian, Susy memahami keputusan peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 itu. Ini terkait kondisi fisik Butet.

Menurut Susy, setiap atlet memiliki masa kejayaan masing-masing. Di usia ke-33, pantas saja jika wanita asal Manado itu gantung raket. "Dia merasa kemampuan dia tidak mungkin bisa dinaikkan lagi. Dia memberikan kesempatan kepada adik-adiknya untuk bisa naik ke atas. Saat ini kami sedang mencari sosok yang pas untuk dipasangkan dengan Owi," jelas dia.

Sejumlah gelar diraih Butet selama menjalani karier profesional. Selain emas di Olimpiade 2016 Brasil, ia pernah menjadi yang terbaik lima kali di SEA Games, dua kejuaraan Asia, dan empat kejuaraan dunia. Sebagian besar di nomor ganda campuran.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA