Friday, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

Friday, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

Fictor Roring Mundur dari Kursi Pelatih Timnas Basket Putra

Senin 25 Mar 2019 01:27 WIB

Red: Israr Itah

Fictor Gideon Roring

Fictor Gideon Roring

Foto: Dok Jusraga
Pelatih NSH Jakarta Wahyu Widayat Jati sudah diputuskan sebagai pengganti.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kabar mundurnya Fictor Gideon Roring dari posisi pelatih kepala tim nasional bola basket putra Indonesia dikonfirmasi oleh manajer timnas Fareza Tamrella, Ahad (24/23) malam. Fictor, yang sejatinya memiliki kontrak menakhodai timnas basket putra hingga SEA Games 2019 di Filipina nanti, dipastikan mundur karena instruksi Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Syailendra Bakrie. Syailendra menginginkan sang pelatih fokus untuk menangani Pelita Jaya Basketball, tim yang juga diketuai Syailendra.

Fareza mengakui bahwa ia sudah mendapatkan informasi mengenai pergantian kursi pelatih kepala timnas basket putra semenjak resmi menerima Surat Keputusan (SK) menjadi manajer tim tersebut untuk SEA Games 2019. "Saat penunjukan saya sebagai manajer timnas basket putra, informasi yang saya terima dari Ketua BTN memang diharapkan untuk berkonsentrasi menangani Pelita Jaya," kata Mocha, sapaan akrab Fareza, saat dihubungi dari Bandung, Ahad malam.

Sejak itu sudah ada kesepakatan antara BTN dan Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Indonesia (PP Perbasi) untuk mencari pengganti Ito, sapaan Fictor, di timnas. Mocha juga menyatakan bahwa pelatih NSH Jakarta Wahyu Widayat Jati sudah diputuskan sebagai pengganti Ito di kursi pelatih kepala timnas basket putra, meski SK resmi belum terbit.

"Namun, saat ini masih dalam tahap finalisasi kesepakatan antara seluruh pihak, masih menunggu SK resmi dari Perbasi," kata Mocha.

Ini bukan kali pertama Wahyu menangani timnas basket putra. Sebab pada SEA Games 2017, pria yang akrab disapa Cacing itu juga menjadi arsitek timnas basket putra yang berhasil meraih medali perak di pesta olahraga Asia Tenggara dua tahunan itu.

photo

Wahyu Widayat Jati

Musim ini, Wahyu juga sukses mengantarkan tim besutannya NSH lolos ke fase play-off IBL 2018-2019 dengan memimpin klasemen akhir musim reguler Divisi Merah berbekal catatan 12 kemenangan dan enam kekalahan (12-6). Sayangnya, catatan bersejarah tim NSH itu harus terhenti di partai semifinal ketika mereka kalah 1-2 dari Satria Muda Pertamina Jakarta. Meski demikian, Wahyu dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik IBL 2018/2019 atas prestasinya tersebut.

Sementara, di tangan Ito, timnas basket Indonesia berhasil menempatkan diri ke babak delapan besar Asian Games 2018 serta melewati fase prakualifikasi Piala Asia 2021. Di Asian Games 2018 di Jakarta pada Agustus lalu, Ito juga menuntun Indonesia lolos dari fase penyisihan Grup A dengan menempati peringkat kedua meski hanya menang sekali dari tiga pertandingan.

Kemudian mereka dipecundangi Cina, yang melaju hingga meraih medali emas, di babak perempat final dengan kekalahan 63-98. Indonesia sudah berhak untuk masuk ke putaran final Asian Games 2022 di Hangzhou, China.

Sedangkan di putaran prakualifikasi Piala Asia 2021 pada 26 November-1 Desember 2018,  Ito berhasil mengantarkan Indonesia menempati peringkat keempat klasemen akhir putaran kedua dengan catatan tiga kemenangan dan dua kekalahan.

 

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA