Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Rafael Nadal Bangkit dan Sabet Gelar Perdana Musim Ini

Senin 20 May 2019 15:14 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Endro Yuwanto

Rafael Nadal

Rafael Nadal

Foto: EPA-EFE/Lukas Coch
Petenis nomor dunia itu meraih gelar kesembilan Italian Open.

REPUBLIKA.CO.ID, ROMA -- Petenis peringkat dua dunia, Rafael Nadal, berhasil menaklukkan Novac Djokovic pada partai final Italian Open 2019, Senin (20/5) dini hari WIB. Setelah berjuang selama 2 jam 25 menit, Nadal berhasil menaklukkan petenis nomor satu dunia dengan skor 6-0, 4-6, 6-1.

Skor pada set pertama merupakan kali pertama bagi kedua petenis ini, di mana Nadal berhasil menaklukkan Djokovic tanpa balas. Berkat kemenangan ini, Nadal mengungguli Djokovic dengan mengoleksi 34 gelar turnamen Masters 1000. Namun, Djokovic masih unggul dua kali dalam head to head melawan Nadal dengan catatan 28-26.

Ini merupakan gelar Italian Open ke-9 bagi Nadal (2005, 2006, 2007, 2009, 2010, 2012, 2013, 2018, dan 2019). Sejak 2005 hingga kini, (kecuali 2015), setidaknya Nadal bisa memenangkan salah satu dari sembilan event Masters 1000 yang terselenggara tiap musim. Namun, musim ini adalah kali pertama bagi petenis berusia 32 tahun itu memasuki Roma tanpa memenangkan satu gelar pun.

Nadal memasuki final turnamen Masters 1000 ke-50 dalam kariernya demi mengejar gelar pertamanya musim ini setelah tiga kali hanya mencapai babak semifinal secara berturut-turut di Madrid, Barcelona Open, dan Rolex Monte-Carlo Masters. Setelah kembali menunjukkan performa terbaiknya, Nadal akhirnya berhasil menyabet gelar pertamanya pada musim ini di Roma.

"Ini bukan tentang pertandingan yang sangat penting (Italian Open), tapi tentang improvisasi yang dilakukan setiap hari dengan harapan, hasrat, dan sikap yang benar. Ini pekerjaan harian yang lebih besar dari sekadar pertandingan," kata Nadal dikutip dari Tennis World USA, Senin (20/5).

Ini adalah final pertama Nadal pada musim ini sejak Australian Open pada Januari lalu setelah mengalahkan Stefanos Tsitsipas di semifinal Italian Open dengan dua set langsung. Padahal, pekan sebelumnya Stefanos sempat mengalahkan Nadal di Madrid.

"Saya mengatakan di Madrid bahwa saya bermain dengan lebih baik, lalu saya melakoni pertandingan yang cukup buruk di semifinal, itu benar. Setelah kekalahan saya dari Dominic di Barcelona, saya pikir perasaan personal saya berkembang dan energi saya sedikit kembali," kata Nadal.

Pada musim-musim sebelumnya, Nadal juga pernah mengalami situasi yang sama bahkan jauh lebih buruk. Namun, mantan petenis nomor satu dunia ini berhasil mengatasinya dan bangkit dari keadaan tersebut. Di musim ini, ia pun melakukan hal yang sama dan mendapatkan hasil terbaik.

Di sisi lain, bagi Nadal, bisa bertanding melawan Djokovic menjadi hal yang sangat istimewa, apalagi bisa bertemu pada laga pamungkas Italian Open 2019. Nadal menilai pertemuannya dengan Djokovic sangat menarik lantaran keduanya memiliki level permainan yang sangat tinggi sehingga tak mudah untuk meraih kemenangan.

"Saya sangat senang melawannya karena mempunyai level permainan yang sangat tinggi. Hari ini giliran saya dan beberapa waktu lalu adalah gilirannya. Tetapi saya sangat senang dengan raihan gelar ini lebih dari kemenangan saya atas Novak," jelas Nadal.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA