Wednesday, 23 Syawwal 1440 / 26 June 2019

Wednesday, 23 Syawwal 1440 / 26 June 2019

Indonesia Waspadai Tiga Kekuatan Denmark

Selasa 21 May 2019 12:00 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Endro Yuwanto

Sekjen PBSI, Achmad Budiharto

Sekjen PBSI, Achmad Budiharto

Foto: Humas PBSI
Tunggal putra, ganda putra, dan ganda campuran menjadi senjata utama Denmark.

REPUBLIKA.CO.ID, REPUBLIKA.CO.ID, NANNING -- Indonesia wajib memenangkan laga melawan Denmark di babak penyisihan Grup B Piala Sudirman 2019, Rabu (22/5), jika ingin menjadi juara grup. Posisi juara grup akan menguntungkan Indonesia di babak perempat final.

Para juara grup akan terhindar dari sesama juara grup yang kemungkinan besar adalah pesaing terberat Indonesia. Menghadapi Denmark, Indonesia mewaspadai tiga sektor yang menjadi senjata Denmark, yaitu tunggal putra, ganda putra, dan ganda campuran.

Chef de Mission tim Piala Sudirman Indonesia, Achmad Budiharto mengatakan, tiga sektor itu merupakan senjata utama yang tak boleh diremehkan. “Pertama, mereka punya tunggal putra yang bisa diandalkan. Ganda putra, walaupun pasangan utamanya sudah tidak ada, tapi pelapisnya bukan pasangan yang gampang dikalahkan, dan bertemu ganda putra Indonesia selalu ketat,” kata Budiharto dalam keterangan resmi yang diterima Republika.co.id, Senin (20/5).

Di ganda campuran, kata Budiharto, Denmark sudah menemukan pasangan baru. Tiga partai ini patut diwaspadai tanpa mengesampingkan ganda putri dan tunggal putri. Tunggal putra Denmark diperkuat oleh Juara Dunia 2017, Viktor Axelsen, dan Anders Antonsen yang naik podium di Istora pada kejuaraan Daihatsu Indonesia Masters 2019.

Pada sektor ganda putra, Denmark mengandalkan pasangan Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen yang ada di ranking delapan dunia. Nama Mathias Boe juga ada dalam susunan tim Denmark.

Meskipun tak lagi diperkuat Christinna Pedersen, namun ganda campuran Denmark tak bisa dipandang sebelah mata. Masih ada Mathias Christiansen yang bisa saja dikombinasikan dengan pemain muda. Selain itu, ada Niclas Nohr/Sara Thygesen yang pernah mengalahkan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti di German Open 2018.

Penampilan tunggal putri Denmark juga mulai meningkat. Mia Blichfeldt menundukkan Gregoria Mariska Tunjung dalam pertemuan terakhir. Selain Blichfeldt, Denmark juga diperkuat oleh Line Kjaersfeldt. Akan tetapi, Gregoria dan Fitriani diharapkan bisa tampil maksimal dan membuat kejutan di kejuaraan beregu.

“Kalau lihat pengalaman yang sebelumnya di Piala Uber dan Badminton Asia Team Championships, tunggal putri bisa tampil luar biasa. Baik Gregoria maupun Fitri, bisa membuat pemain Cina dan Jepang kewalahan, ini patut kita jadikan advantage,” tambah Budiharto.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA