Selasa, 16 Safar 1441 / 15 Oktober 2019

Selasa, 16 Safar 1441 / 15 Oktober 2019

PSIS Jinakkan Persija di Magelang

Senin 27 Mei 2019 00:30 WIB

Red: Israr Itah

Gelandang Persija Riko Simanjuntak (kanan) berusaha menguasai bola saat menghadapi PSIS.

Gelandang Persija Riko Simanjuntak (kanan) berusaha menguasai bola saat menghadapi PSIS.

Foto: Dok Media Persija
PSIS menaklukkan Persija 2-1.

REPUBLIKA.CO.ID, MAGELANG -- PSIS Semarang meraih poin penuh saat menjamu Persija Jakarta dalam laga Liga 1 di Stadion Moch Soebroto, Kota Magelang, Ahad (27/5) malam. PSIS menaklukkan Persija 2-1. Kedua gol PSIS diciptakan oleh kapten PSIS Hari Nur Yulianto pada babak kedua, sedangkan gol tim tamu dibuat oleh Ryuji Utomo Prabowo pada babak pertama.

Sejak menit awal kedua tim saling menyerang dan cenderung bermain cepat, beberapa peluang gol dimiliki kedua tim. Tim tuan rumah yang terus menggempur pertahanan lawan sebenarnya memiliki lebih banyak peluang untuk menciptakan gol, namun penyelesaiannya tidak maksimal.

Baca Juga

Pada menit ke-37, Ryuji berdiri bebas di depan gawang PSIS dan berhasil menyarangkan bola ke gawang yang dijaga kiper Jadia Eka Putra. Pemain belakang Persija yang membantu penyerangan tersebut berhasil mencetak gol setelah mendapat umpan dari Marko Simic.

Memasuki babak kedua, tim tuan rumah yang telah ketinggalan terus mencoba menggempur pertahanan Persija. Pada menit ke-74 kapten tim PSIS Hari Nur berhasil menjebol gawang Persija yang dijaga Andritany.

Begitu berhasil menyamakan kedudukan 1-1, anak asuh Jafri Sastra seperti mendapat tenaga baru dan terus melancarkan serangan ke kubu lawan.

Pada menit ke-76, Hari Nur kembali menyarangkan bola ke gawang Persija dengan sliding detelah bola gagal diantisipasi Andritany.

Pelatih Kepala Persija Ivan Venkov Kolev mengatakan pada babak pertama timnya bermain bagus dan berhasil mencetak satu gol. "Namun, pada babak kedua karena anak-anak kurang serius dan justru kecolongan dua gol," katanya.

Sementara Jafri Sastra mengatakan anak-anak kali ini bermain lebih disiplin dan lebih punya mental bermain. Ia menuturkan, karena babak pertama kebobolan, ia menyimpan beberapa catatan. Babak kedua, ia mengantisipasi dengan mengganti beberapa pemain dan ternyata berhasil.

"Kali ini para pemain lebih konsisten dan mental bertanding pemain bagus. Sebenarnya pemain profesional kapan pun siap bertanding dan kami tidak mengandalkan 11 pemain saja," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA