Friday, 16 Zulqaidah 1440 / 19 July 2019

Friday, 16 Zulqaidah 1440 / 19 July 2019

Ferrari Berharap Ulangi Kesuksesan di GP Kanada

Rabu 05 Jun 2019 00:01 WIB

Red: Israr Itah

Pembalap Ferrari Sebastian Vettel mengendarai mobil SF90.

Pembalap Ferrari Sebastian Vettel mengendarai mobil SF90.

Foto: EPA-EFE/VALDRIN XHEMAJ
Vettel dan Charles Lecrec akan menjadi tumpuan di balik kendali mobil SF90 Ferrari.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sirkuit Gilles-Villeneuve di Kanada menjadi saksi kemenangan ketiga Sebastian Vettel di balapan Formula 1 (F1) musim lalu. Kala itu, pembalap Jerman tersebut menyentuh garis finis pertama menyingkirkan driver Mercedes Valtteri Bottas dengan margin cukup jauh, yakni tujuh detik.

Ferrari berharap mengulang kesuksesannya di GP Kanada, akhir pekan ini, di balapan 70 putaran mengelilingi sirkuit sepanjang 4,361 km itu. Vettel dan Charles Lecrec akan menjadi tumpuan di balik kendali mobil SF90 Ferrari.

Baca Juga

Sejauh ini GP Kanada telah menyajikan sejumlah balapan yang epik berkat desain sirkuit yang menantang para pembalap dan menawarkan sejumlah kesempatan menyalip. Pada dasarnya sirkuit ini adalah lintasan lurus yang dipadukan dengan sejumlah chicane dan satu hairpin. Jadi, akan banyak kesempatan pembalap melakukan slipstreaming serta zona pengereman keras.

Kesempatan terbaik untuk menyalip ada lintasan sebelum tikungan terakhir di mana pebalap akan mengambil peluang untuk menyodok di lintasan panjang yang berujung di zona pengereman keras sebelum hairpin itu. Jika gagal menyalip di sana, maka pembalap masih memiliki kesempatan untuk mencuri posisi lewat zona pengereman keras lainnya di Tikungan 1.

Chicane terakhir adalah tikungan yang cukup menantang yang menuntut mobil mengerem dari kecepatan 300 km/jam untuk bermanuver ke kanan kemudian ke kiri melewati kerb yang besar. Dengan pagar pembatas menunggu di hampir setiap tikungan, kesalahan terkecil bisa sangat fatal.

Pada 1999, tiga juara dunia menabrak tembok di ujung tikungan terakhir. Mobil pembalap tuan rumah Jacques Villeneuve, Michael Schumacher, dan Damon Hill pernah mencium tembok pembatas di sana. Villenueve pernah menabrak tembok sirkuit pada 1997. Sejak itu, Sebastian Vettel dan Jenson Button juga pernah mengalami hal yang sama. Korban lainnya adalah Rubens Barichello, Juan Pablo Montoya, Ralf Schumacher, dan Pastor Maldonado.

Tak hanya pembalap, mobil mereka juga akan dipaksa menembus batas ketika turun di sirkuit yang dipenuhi lintasan lurus panjang dan zona pengereman keras yang menuntut kekuatan mesin dan rem.

Di akhir balapan, rem yang selalu melakukan pekerjaan berat bisa menimbulkan masalah ketika pembalap ingin melambatkan mobilnya. Sungguh tidak nyaman di waktu-waktu itu mengingat ada sebuah tembok yang menunggu di setiap jalur keluar tikungan sirkuit.

Karena pedal kiri bekerja dengan keras, demikian juga pedal kanan untuk membuka throttle, maka biasanya Kanada menjadi titik di mana tim-tim F1 memperkenalkan power unit baru untuk mengejar performa di lintasan lurus.

Namun, Ferrari tahun ini telah membawa upgrade power unit dua balapan lebih awal yaitu di Barcelona usai kewalahan mengejar performa Mercedes yang perkasa di setiap balapan musim ini.

Kepala tim Ferrari Mattia Binotto mengonfirmasi mereka tidak akan membawa upgrade ke Kanada dan sebagai gantinya berharap bisa mengeksploitasi surplus tenaga mesin Ferrari di lintasan lurus akhir pekan ini.

"Kami tahu kami tak cukup kompetitif sekarang," kata Binotto seperti dikutip laman resmi F1. "Saat ini, kami tidak menantikan perubahan di mobil yang bisa memiliki dampak signifikan dari masalah yang kami temui di awal musim."

Harapan besar ditujukan ke tim bermarkas di Italia itu setelah hasil mengesankan di tes pramusim tahun ini. Namun di enam balapan, hasil terbaik mereka hanyalah satu finis runner-up di Monako.

Mobil SF90 telah menunjukkan keunggulan kecepatan di lintasan lurus, power unit Ferrari pun merupakan salah satu yang terbaik di grid.

Namun ketika tiba soal pengendalian, keseimbangan dan penggunaan ban, Ferrari tertinggal dari rival mereka, Mercedes, dan bahkan Red Bull.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA