Sabtu, 17 Zulqaidah 1440 / 20 Juli 2019

Sabtu, 17 Zulqaidah 1440 / 20 Juli 2019

Nestapa 5 Detik Sebastian Vettel di GP Kanada

Senin 10 Jun 2019 17:30 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Israr Itah

 Pebalap Ferrari Sebastian Vettel meninggalkan pit stop di GP Kanada, Montreal, Ahad (9/6).

Pebalap Ferrari Sebastian Vettel meninggalkan pit stop di GP Kanada, Montreal, Ahad (9/6).

Foto: AP
Meski finis tercepat, Vettel hanya dinobatkan sebagai runner-up.

REPUBLIKA.CO.ID, MONTREAL -- Sebastian Vettel menjadi yang terdepan pada GP Kanada di Montreal, Quebec, Senin (10/6), namun keluar dari mobil Ferrarinya dengan wajah murung. Sebab, meski finis tercepat, Vettel hanya dinobatkan sebagai runner-up di belakang Lewis Hamilton. 

Sepanjang balapan di Sirkuit Gilles Villeneuve, pembalap asal Jerman tersebut terus berada di depan Hamilton. Tapi, Vettel melakukan kesalahan fatal pada lap 48. Ia meninggalkan trek di tikungan 3 dan masuk kembali ke dalam trek dengan manuver yang berbahaya. Bahkan ketika masuk ke dalam trek, Vettel nyaris ditabrak oleh Hamilton.

Baca Juga

Atas insiden tersebut, Vettel dianggap melanggara Artikel 38.1 dari aturan Formula 1. Sehingga pembalap berusia 31 tahun itu layak mendapatkan hukuman pengurangan waktu lima detik. Akibatnya, Hamilton yang hanya berjarak satu detik berhak berada di podium utama dalam balapan tersebut. 

"Penyelenggaran mengulas bukti video dan memutuskan bahwa Mobil 5 (Vettel), meninggal trek di tikungan 3, masuk kembali ke trek dengan cara yang berbahaya dan memaksa Mobil 44 (Hamilton) keluar trek. Mobil 44 harus mengelak demi menghindari tabrakan," jelas FIA (Federasi Otomotif Internasional), dikutip dari laman resmi Formula 1, Senin (10/6).

Vettel pun menanggapi hukuman tersebut dengan kekecewaan. Ia merasa pihak penyelenggara telah mencuri kesempatannya untuk bisa juara. Ia tak menyangkal soal kesalahannya keluar dari jalur. Namun, hukuman terkait membahayakan Hamilton dianggapnya tak masuk akal. Bahkan nada kekecewaan itu telah disampaikannya melalui radio saat balapan belum berakhir.

"Tidak, tidak, tidak kawan. Tidak seperti itu. Tidak, yang benar saja. Anda harus menjadi orang buta untuk berpikir bahwa berada di rumput dan Anda bisa mengontrol mobil," kata Vettel.

Vettel menjelaskan bahwa dirinya beruntung tak menghantam pagar pembatas. Selain itu, dirinya juga tak melihat Hamilton yang berada di jalur luar. Menurutnya, jika saja Hamilton lebih ke dalam, maka ia bisa melewati Vettel untuk berada di posisi terdepan. Karena itu, Vettel menegaskan bahwa hampir tertabraknya pembalap Mercedes tersebut merupakan keputusannya sendiri. 

Kemana saya harus pergi? Ini dunia yang salah, ini tidak adil," ujar Vettel.

Kekecewaan itu bahkan membuat Vettel tak memarkirkan mobilnya di lokasi parkir pembalap yang finis di podium. Mantan pembalap Red Bull tersebut memilih untuk memarkirkan mobilnya di area parc ferme, tempat pembalap yang finis di peringkat empat atau di bawahnya. Ia juga nampak murung ketika memasuki ruangan pra-podium bersama rekan setimnya Charles Leclerc dan Hamilton. Tak ada obrolan apapun di sana, selain mereka hanya duduk sambil minum.

"Saya tidak merasa melakukan kesalahan, saya tidak merasa saya dapat melakukan sesuatu yang berbeda," kata juara dunia F1 empat kali tersebut. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA