Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Perparim Hetemaj, Pengungsi Muslim Pengoyak Gawang Juventus

Selasa 15 Sep 2015 09:37 WIB

Rep: Muhammad Iqbal/ Red: Didi Purwadi

Perparim Hetemaj

Perparim Hetemaj

Foto: EPA/Alessandro Di Marco

REPUBLIKA.CO.ID, ROMA -- Laga antara Juventus kontra Chievo Verona dalam lanjutan Seri A 2015/2016 di Juventus Stadium, Ahad (13/9) dini hari WIB, baru menginjak menit kelima. Namun, tak dinyana, Chievo berhasil unggul duluan lewat sepakan Perparim Hetemaj. Memanfaatkan sapuan yang tidak sempurna dari bek Juventus, tendangan keras Hetemaj ke sisi kiri gawang gagal diamankan Gianluigi Buffon.

Chievo pun unggul satu gol. Situasi bertahan hingga jeda. Ketika pertandingan tersisa sepuluh menit, hasil akhir seolah-olah menjadi milik Mussi Volanti, julukan Chievo.

Akan tetapi, petaka hadir di menit ke 83. Pelanggaran terhadap winger Juventus yang dipinjam dari Chelsea, Juan Cuadrado, berbuah penalti. Eksekusi Paulo Dybala melesat mulus ke gawang Albano Benjamin Bizzarri.

Kedudukan imbang 1-1 bertahan sampai laga rampung. Meskipun seri, terdapat sisi positif yang dipetik Chievo. Selain perolehan poin dari juara bertahan Serie A, sang pencetak gol yakni Hetemaj, dinilai sebagai pemain terbaik oleh laman WhoScored.com.

Hetemaj memperoleh nilai 7.61. Selain sumbangsih satu gol, mantan pemain Brescia itu turut berkontribusi dalam wujud tiga tackle dan tiga intersepsi. Dari penghargaan dan statistik tergambar betapa krusial peranan Hetemaj.

Mengenal Hetemaj
Lalu, siapa sosok Hetemaj? Ternyata dia merupakan pemain berkebangsaan Finlandia. Sejak 2009, tercatat sudah 36 kali dia tampil bagi tim nasional dengan raihan empat gol.  

Namun, sebelum menempati Finlandia dan hidup tenang di negara tersebut, Hetemaj beserta keluarga merupakan imigran muslim asal Kosovo. Lantaran berada dalam situasi yang tak aman akibat perang dengan Yugoslavia, sang ayah bernama Miftar, memutuskan untuk mencari peruntungan ke negeri Skandinavia itu.

Tepat pada 1992, atau ketika Hetemaj berumur enam tahun, mereka sekeluarga pun hengkang. Awalnya, Hetemaj yang lahir di Skenderaj, beserta keluarga tiba di kota Oulu. Namun, karena Miftar tak sanggup beradaptasi dengan kondisi lingkungan akibat asma, keluarga kecil itu bergeser ke Helsinki.

Di ibu kota Finlandia itu mereka memulai hidup. Tidak hanya Hetemaj, Miftar beserta istrinya Emine juga membawa tiga anak lainnya yaitu Mehmet, Fatlume serta Fatbardhe. Di Helsinki, Hetemaj memulai karir sepak bola bersama klub terbesar di sana yaitu HJK Helsinki.

Bersama adiknya, keduanya serius menuntut ilmu demi menjadi pesepak bola andal. Keteguhan mental jadi kekuatan keduanya. "Saya dan Mehmet selalu ke lapangan untuk berlatih," ujarnya dalam sebuah wawancara yang dikutip dari laman ylioppilaslehti, Senin (14/9).

Pada 2004, Hetemaj memulai karir profesional bersama tim reserve HJK Helsinki yaitu Klubi-04. Setelah menembus tim senior pada 2007, dirinya dijual ke AEK Athens, klub Yunani, dengan mahar 450 ribu euro.

Meninggalkan Finlandia, tanah air keduanya, tentu menghadirkan kegamangan bagi Hetemah. Kehidupan seorang profesional tak seindah dibayangkan. "Hidup sendiri teramat berat. Apalagi saya terbiasa dikelilingi keluarga dan teman," katanya.

Namun perlahan, dia terbiasa dengan kehidupan di ibu kota Yunani, Athena. Singkat cerita, setelah tiga tahun, Hetemaj hengkang ke Belanda. Twente jadi klub yang dituju.

Itu pun hanya sesaaat. Per 2010, Hetemaj kembali hengkang ke Brescia, Italia. Kiprah apik bersama Brescia membuat sejumlah klub tertarik menggunakan jasanya. Tak terkecuali AS Roma.

Setahun berselang, Chievo Verona jadi pelabuhan karir berikut. Debutnya pun terasa manis lantaran ketika menghadapi Novara, sebuah assist dibukukan bagi gol Cyril Théréau. Hingga laga kontra Juventus pekan lalu, Hetemaj telah tampil dalam 128 laga dan membukukan satu gol bagi Gialloblu.

Solidaritas
Krisis pengungsi akibat perang berkepanjangan di Timur Tengah tak pelak memantik kepedulian mendalam dari seluruh masyarakat dunia. Tak terkecuali Hetemaj. Ini wajar mengingat dirinya pun merupakan pengungsi saat hengkang dari Kosovo ke Finlandia medio 1992.

Melalui akun Twitter pribadinya @Perpa56, Hetemaj mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Finlandia. Sebab, Finlandia telah menyediakan tempat yang aman dan nyaman bagi dirinya beserta keluarga. "Kami memulai kehidupan baru dan kesempatan untuk hidup dengan lebih tenang," tulis Hetemaj.

Kicauan Hetemaj sontak memperoleh respon positif. Tak kurang dari 1.400 retweet serta 2.400 favorite diberikan para followernya. Menutup artikel ini, penulis berharap negara-negara Eropa lain yang menjadi tujuan para pengungsi seperti Hungaria, Slovakia, hingga Inggris, dapat membuka diri.

Semua demi kemanusiaan.  Semua demi keselamatan.  Semua demi kehidupan yang lebih baik.  Semoga...

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA