Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Presiden DFB Bela Diri Atas Pengunduran Diri Oezil

Jumat 27 Jul 2018 03:05 WIB

Red: Israr Itah

Presiden DFB Reinhard Grindel.

Presiden DFB Reinhard Grindel.

Foto: EPA/Martin Schutt
Grindel menolak tudingan Oezil terjadi diskriminasi dan rasialisme di timnas Jerman.

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Ketua Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) Reinhard Grindel berusaha membela diri atas kritikan yang tertuju padanya setelah pengunduran diri Mesut Oezil dari timnas Jerman. Grindel menolak tudingan Oezil terjadi diskriminasi dan rasialisme di timnas Jerman.

Grindel mengakui, ia semestinya menjelaskan bahwa rasialisme tidak dapat diterima. Ia menyesali Oezil yang berfoto dengan Presiden Turki Reccep Tayyip Erdogan pada Mei berkembang liar.

"Pada peninjauan kembali, sebagai presiden saya semestinya menjelaskan apa yang nyata bagi saya secara pribadi dan bagi kami sebagai asosiasi. Menyatakan bahwa semua bentuk rasialisme tidak tertahankan, tidak dapat diterima, dan tidak dapat ditoleransi," kata dia dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Kamis (26/7).

Keputusan pemain 29 tahun itu untuk mengundurkan diri dari timnas memicu perdebatan publik di Jerman mengenai hubungan mereka dengan komunitas imigran terbesar, yakni Turki. Oezil merupakan anggota kunci tim yang menjuarai Piala Dunia 2014 dan terpilih lima kali sebagai Pemain Terbaik Jerman melalui jajak pendapat publik.

Baca juga: Gol Pavard Terpilih Jadi Gol Terbaik Piala Dunia 2018

Sejumlah politisi dan pemimpin komunitas Turki menuntut Grindel mengundurkan diri, namun sebagian lain mengatakan klaim-klaim rasialisme Oezil tidak tepat. 

Wolfgang Schaeuble, anggota parlemen dan politisi paling senior di Jerman, turut mengkritik DFB. Ia mengatakan kepada surat kabar RND bahwa merupakan hal yang memalukan membuat masalah foto Erdogan menyeruak ke permukaan seperti yang telah terjadi.

"Seorang sosok yang cerdas dan semestinya menghentikan semua yang terjadi," ucapnya, sambil menambahi bahwa para pesepak bola, yang masih begitu muda, sering memerlukan bimbingan.

Ia mengatakan, sebagai seorang penggemar sepak bola, ia sedih era Ozil dalam balutan seragam tim nasional berakhir seperti ini. Sebagai seorang politisi, ia menyesali semua kesalahan dan salah paham yang telah merusak integrasi. 

"Namun itu akan dapat dilalui bersama waktu," kata dia.

Ozil mengatakan Grindel menyalahkan dirinya sebagai penyebab tersingkirnya Jerman pada fase grup Piala Dunia 2018. Grindel menolak klaim Oezil.

Grindel mengatakan, ia dan DFB mempercayai kebinekaan, solidaritas, dan non-diskriminasi. Ia menjanjikan bahwa DFB akan menggunakan perdebatan yang dipicu hengkangnya Oezil sebagai peluang untuk melipat gandakan upaya-upaya integrasi.

Ia juga berjanji DFB akan mengevaluasi penampilan buruk di Rusia, dan menambahi bahwa pihaknya berharap dapat memenangi hak untuk menjadi tuan rumah Piala Eropa 2024 -- di mana Turki juga mengajukan diri sebagai calon tuan rumah. UEFA akan mengadakan pertemuan pada 27 September untuk memilih tuan rumah.

sumber : Antara/Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA