Wednesday, 23 Syawwal 1440 / 26 June 2019

Wednesday, 23 Syawwal 1440 / 26 June 2019

Tanpa Lionel Messi, Penampilan Argentina Mengkhawatirkan

Kamis 16 Nov 2017 02:45 WIB

Red: Didi Purwadi

Jorge Sampaoli

Jorge Sampaoli

Foto: EPA-EFE/JAIME ECHEVARRIE

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Timnas Argentina menelan kekalahan 2-4 dari Nigeria dalam laga uji coba di Krasnodar, Rusia, pada Selasa. Padahal, skuat berjuluk 'Tim Tango' itu sempat memimpin 2-0 pada 45 menit babak pertama.

Pelatih Timnas Argentina, Jorge Sampaoli, mengistirahatkan Lionel Messi menyusul kemenangan 1-0 atas tuan rumah Piala Dunia 2018, Rusia, pada Sabtu. Kelihatannya mereka dapat menang tanpa kehadiran Messi.

Ever Banega mencetak gol melalui tendangan bebas melengkung yang didapat setelah kiper Nigeria, Daniel Akpeyi, memegang bola di luar areanya pada menit ke-28. Sergio Aguero menyelesaikan serangan balik delapan menit kemudian untuk membawa Argentina memimpin 2-0.

Namun, Kelechi Iheanacho menginspirasi kebangkitan Nigeria. Ia mencetak gol dari tendangan bebas menjelang turun minum dan kemudian menjadi aktor dari gol penyama kedudukan. Ia mengirimkan bola kepada Alex Iwobi untuk menjadi gol ketika tujuh menit babak kedua baru dimulai.

The Super Eagles meraih keunggulan dua menit lewat sepakan Brian Idowu dari tepi kotak penalti. Gol super dari Iwobi melengkapi kebangkitan timnya pada menit ke-73 ketika ia mendapat bola lalu menyodorkannya ke sela-sela kaki Javier Mascherano dan melepaskan tembakan melewati Agustin Marchesin.

"Ini merupakan pertandingan yang sulit untuk dijelaskan," kata Sampaoli. "Kami dapat saja unggul 3-0 atau 4-0 pada babak pertama dan kami memimpin 2-1."

"Kekhawatiran terbesar saya adalah cara bermain tim ketika kami tertinggal. Saya tahu kami mampu dan memiliki individu berbakat untuk keluar dari situasi-situasi ini. Saya cemas mengenai apa yang terjadi malam ini,'' katanya.

"Kami memainkan babak pertama yang mengagumkan,'' kata Sampaoli. ''Namun kami kehilangan jalan pada pertandingan yang dapat membingungkan banyak orang."

Sumber : Antara/Reuters
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA