Friday, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

Friday, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

Penegasan Kualitas The Three Lions

Senin 25 Mar 2019 09:40 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Gilang Akbar Prambadi

  Pemain Inggris Raheem Sterling (kanan) mencetak gol ketiganya dalam babak kualifikasi Piala Eropa 2020 yang mempertemukan Inggris dengan Republik Cheska di stadion Wembley, London, Sabtu (23/3).

Pemain Inggris Raheem Sterling (kanan) mencetak gol ketiganya dalam babak kualifikasi Piala Eropa 2020 yang mempertemukan Inggris dengan Republik Cheska di stadion Wembley, London, Sabtu (23/3).

Foto: AP
Montenegro jadi tantangan selanjutnya bagi Inggris setelah melumat Republik Cheska.

REPUBLIKA.CO.ID, PODGORICA -- Inggris mengawali babak kualifikasi Piala Eropa 2020 dengan begitu menyakinkan. Lima gol berhasil disarangkan Hary Kane dan kawan-kawan ke gawang tamunya, Republik Cheska, di Stadion Wembley pada laga pembuka Grup A babak kualifikasi Piala Eropa 2020, Sabtu (23/3) waktu setempat. Namun, kualitas the Three Lions baru benar-benar teruji jika mereka mampu memetik kemenangan besar di kandang lawan.

Itulah tantangan berikutnya yang harus dijawab tim besutan Gareth Southgate tersebut pada laga kedua Grup A babak kualifikasi Piala Eropa saat melawat ke kandang Montenegro di Stadion Podgorica, Selasa (26/3) dini hari WIB. Penggawa the Three Lions diharapkan bisa menegaskan kualitas mereka sekaligus membuktikan bahwa mereka bukan tim jago kandang.

Inggris memang kerap kesulitan saat harus melawat ke markas tim-tim yang levelnya dianggap lebih rendah. Contoh hal tersebut terjadi saat Inggris bertamu ke markas Lituania pada babak kualifikasi Piala Dunia 2018, Oktober 2017 silam. Pada saat itu, Inggris hanya berhasil menang 1-0. Itu pun lewat eksekusi tendangan penalti Hary Kane.

Bahkan, khusus menghadapi Montenegro, dalam dua kali lawatan ke negara yang baru merdeka pada 2006 itu, Inggris tidak pernah sekali pun memetik kemenangan karena menelan dua hasil imbang. Total dari empat kali pertemuan dengan Montenegro, Inggris hanya bisa memetik satu kemenangan, tepatnya saat melakoni laga kandang pada babak kualifikasi Piala Dunia 2014 silam.

"Tantangannya akan jauh berbeda saat menghadapi Cheska. Bermain di sana akan memberikan tekanan tersendiri. Namun, ini menjadi ujian yang cocok untuk kami. Kami harus bisa beradaptasi dengan berbagai situasi yang ada dan tetap menunjukkan kualitas kami dalam lingkungan dan situasi yang berbeda," tutur Southgate, seperti dikutip dari RTE.

Kendati begitu, eks pelatih Middlesbourgh itu mengakui kemenangan 5-0 atas Republik Cheska telah menyuntikkan kepercayaan diri untuk penggawa the Three Lions. Kemenangan itu pun memperpanjang rekor impresif the Three Lions yang tidak terkalahkan dalam enam laga terakhir.

Bahkan, dalam enam laga tersebut, semifinalis Piala Dunia 2018 itu berhasil mencetak 14 gol dan mencatatkan clean sheet dalam empat laga. Catatan impresif tersebut tidak terlepas dari keberhasilan Southgate untuk menjaga irama dan level permainan the Three Lions. Selain itu, kehadiran pemain-pemain muda, seperti Jadon Sancho, Callum Hudson-Odoi, dan Declan Rice, diharapkan bisa menambah kekuatan Inggris.

Southgate tidak ragu untuk memberikan kepercayaan pada pemain-pemain muda tersebut. "Kami tidak akan ragu menurunkan mereka, tetapi kami masih membutuhkan pengalaman dan kepemimpinan pemain yang lebih senior di atas lapangan," ujar mantan gelandang timnas Inggris tersebut.

Kombinasi apik pemain senior dengan pemain muda tersebut terlihat pada laga kontra Cheska. Sancho, yang melakoni laga debut timnas pada laga kontra Cheska, mampu memberikan assist kepada Raheem Sterling pada laga tersebut. Sancho pun sudah tidak sabar untuk kembali merumput bersama timnas Inggris.

"Sterling membuat segalanya lebih muda untuk kami, para pemain muda. Semua orang di tim ini membuat kami nyaman. Saya terus berkembang di atas lapangan. Jika diberi kepercayaan pada laga kontra Montenegro, saya akan tampil lebih baik," kata gelandang serang berusia 19 tahuin tersebut.

Pada laga kontra Montenegro, Inggris bakal kehilangan Eric Dier yang mengalami cedera otot. Namun, Southgate masih memiliki pilihan di lini tengah dengan kehadiran Jordan Henderson dan Ross Barkley. Selain kehilangan Dier, Inggris juga tidak akan diperkuat Marcus Rashford dan Trent Alexander-Arnold.

Sementara itu, dari kubu Montenegro, absennya Stefan Savic dan Stefan Jovetic tentu bakal mengganggu usaha Montenegro pada laga lanjutan babak kualifikasi Piala Eropa 2020. Namun, keberhasilan menahan imbang Bulgaria 1-1 pada laga perdana sepertinya bisa memberikan sedikit suntikan semangat untuk tim berjuluk the Brave Falcons.

Pelatih Montenegro, Ljubisa Tumbakovic, mengakui target utama timnya pada laga perdana adalah mencuri poin di kandang Bulgaria. Target itu pun telah tercapai. Torehan satu poin, kata Tumbakovic, menjadi langkah awal yang tepat bagi timnya untuk bisa tampil mengejutkan dalam fase kualifikasi Piala Eropa 2020.

Tidak hanya itu, keberhasilan menahan imbang Bulgaria seolah menjadi momentum kebangkitan Montenegro setelah menelan kekalahan pada dua laga beruntun. "Kedisiplinan pemain sudah berada di level yang kami inginkan. Namun, kami masih perlu kualitas itu. Kami harus lebih tenang di sepertiga akhir lapangan. Saya rasa, seiring berjalannya kompetisi, kami akan mengarah ke level itu dan sekarang kami ingin melangkah lebih jauh," kata Tumbakovic, seperti dikutip laman Fudbal.Hostport.rs.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA