Friday, 15 Rajab 1440 / 22 March 2019

Friday, 15 Rajab 1440 / 22 March 2019

Ditawar Melatih Benfica, Mourinho Jual Mahal

Senin 07 Jan 2019 09:47 WIB

Rep: Anggoro Pramudya, Eko Supriyadi/ Red: Ratna Puspita

Mantan manajer Manchester United, Jose Mourinho.

Mantan manajer Manchester United, Jose Mourinho.

Foto: EPA/Peter Powell
Mourinho menolak dengan alasan belum ingin kembali melatih klub asal Portugal.

REPUBLIKA.CO.ID, LISBOA -- Usai dipecat dari kursi kepelatihan Manchester United (MU) Jose Mourinho dilaporkan menjadi target beberapa klub elite Eropa, salah satunya Benfica. Kesebelasan asal Portugal berencana membawanya kembali ke kampung halaman.

Benfica sedang mencari pelatih baru setelah resmi mendepak juru taktik Rui Vitoria beberapa hari lalu. Alhasil, tim berjuluk As Aguias menganggap Mourinho sebagai sosok tepat menangani Adel Taarabt dan kawan-kawan.

Akan tetapi, Sky Sport pada Senin (7/1) melaporkan bahwa Mourinho menolak untuk mengambil tawaran tersebut dengan alasan dirinya belum ingin kembali melatih klub asal Portugal. Mourinho lebih tertarik menangani klub elit Eropa lainnya.

Bahkan, pelatih berusia 55 tahun tak masalah menganggur hingga akhir musim 2018/2019 demi mendapat tawaran yang lebih menggiurkan untuk menangani kesebelasan top Eropa. Di sisi lain, peluang Mou untuk kembali ke Real Madrid juga terbilang cukup besar.

Sebab, Los Merengues baru saja dipermalukan oleh tim papan tengah Real Sociedad dengan skor 0-2. Kabar tentang pemecatan Santiago Solari dari Bernabeu pun mengapung dan Presiden Florentino Perez diyakini tertarik membawa the Special One kembali ke Los Blancos.

Sebelum mempersembahkan trofi Liga Champions bagi FC Porto pada musim 2004, Mourinho mengawali karier sebagai pelatih bersama Benfica pada 2000. Namun, Mourinho hanya melatih sebanyak sembilan laga.

Setelah berlabuh di Uniao de Leira sebagai manajer, Mourinho hijrah ke Porto. Kala itu, Mou langsung memberikan the Dragons gelar paling tinggi di klub Eropa, yaitu Liga Champions pada 2004.

Prestasi Mourinho tersebut kemudian menarik perhatian Chelsea untuk menggunakan jasanya. Pada 2004, ia kemudian menjadi juru taktik Chelsea dan memenangkan enam trofi dalam tiga tahun dan meninggalkan klub pada 2007.

Setelah itu ia menuju Italia untuk melatih Inter Milan. Kala itu, Mou mencatatkan sejarah dengan treble pada 2010.

Kemudian ia menjejakan kakinya di Spanyol untuk melatih Real Madrid, dan menghabiskan tiga tahun di Santiago Bernabeu sebelum kembali ke Chelsea, yang membawa the Blues meraih gelar Liga Inggris pada 2015. Namun, dipecat enam bulan setelahnya. Barulah kemudian Mou berlabuh ke Manchester United.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA