Minggu, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 Desember 2019

Minggu, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 Desember 2019

Beda Budaya Sepak Bola Buat Klopp dan Kovac Salah Paham

Rabu 20 Feb 2019 09:42 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Israr Itah

Pelatih Liverpool Juergen Klopp (kiri) dan pelatih Bayern Muenchen Niko Kovac.

Pelatih Liverpool Juergen Klopp (kiri) dan pelatih Bayern Muenchen Niko Kovac.

Foto: EPA-EFE/PETER POWELL
Klopp terlihat diabaikan Kovac saat pertandingan berakhir.

REPUBLIKA.CO.ID, LIVERPOOL -- Juergen Klopp dan Niko Kovac terlihat seolah berkonfrontasi usai hasil imbang 0-0 antara Liverpool dan Bayern Muenchen di Stadion Anfield, Rabu (20/2) dini hari WIB. Sang pelatih Liverpool mencoba menjabat tangan Kovac, namun arsitek Muenchen itu malah meninggalkan Klopp.

Baca Juga

Klopp terlihat diabaikan Kovac saat peluit tanda pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions tersebut berakhir. Namun, keduanya memberikan klarifikasi tak lama setelah insiden tersebut. 

"Saya ingin segera bersalaman dengan Kovac dan kemudian dia pergi ke kumpulan pemainnya," kata Klopp, dikutip dari Sky Sports, Rabu (20/2).

Klopp melihat Kovac menghampiri para pemainnya lalu menyalaminya satu per satu. Lalu saat kembali bertemu, Klopp menyindir Kovac dengan mengatakan ia telah menunggu. "Dia meminta maaf dan saya katakan tidak masalah dan dia ingin meminta maaf lagi," ujar Klopp.

Bagi Kovac, masalah ini hanya persoalan perbedaan budaya di Jerman dan Inggris. Meurutnya, di Jerman, para pelatih akan menyalami pemain terlebih dahulu. Sementara di Inggris, pelatih akan saling bersalaman sebelum menghampiri pemain.

"Itu lucu. Kami berada di tanah Inggris. Di Jerman normalnya saat pertandingan berakhir, Anda salaman dengan para pemain. Di Inggris, pelatih dulu yang bersalaman," jelas pelatih asal Kroasia itu.

Oleh karena itu, ia meminta maaf atas insiden tersebut. Namun, saat leg kedua berlangsung di Stadion Allianz, Muenchen, pertengahan bulan depan, Kovac menegaskan akan melakukan kebiasaan sesuai dengan budaya yang ada di Jerman. 

Klopp sejatinya paham dengan budaya salaman di sepak bola Jerman. Selain asli Jerman, ia juga sudah 14 tahun berkutat sebagai pelatih di tanah kelahirannya. Baru 2015 silam ia pindah ke Inggris menukangi Liverpool. Namun hampir tiga tahun di Liverpool membuat Klopp terbiasa dengan budaya sepak bola Inggris.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA