Wednesday, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Wednesday, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Aroma Dendam di Anfield

Selasa 19 Feb 2019 05:49 WIB

Rep: Eko Supriyadi / Red: Citra Listya Rini

Para pemain Liverpool.

Para pemain Liverpool.

Foto: Richard Sellers/PA via AP
Bayern Muenchen bukan lawan asing buat Klopp.

REPUBLIKA.CO.ID, LIVERPOOL  —  Bayern Munchen akan bertandang ke Anfield pada Rabu (20/2) dini hari WIB. Klub raksasa Jerman itu bakal melakoni leg pertama babak 16 besar Liga Champions melawan tuan rumah, Liverpool. 

 

Pertemuan Liverpool vs Muenchen menjadi salah satu laga paling panas di babak 16 besar musim ini. Apalagi Liverpool dan Muenchen sama-sama klub pengoleksi lima gelar juara Liga Champions. 

 

Muenchen bukanlah lawan asing bagi pelatih Liverpool, Juergen Klopp. Pelatih asal Jerman itu paling tidak telah bertemu sebanyak 29 kali dengan FC Hollywood. Ketika itu Klopp masih menukangi FSV Mainz dan Borussia Dortmund.

 

Dari 29 pertemuan, Klopp mencatatkan 9 kali menang, 16 kali kalah dan 4 kali imbang. Kekalahan paling menyakitkan bagi Klopp atas Die Roten adalah pada 25 Mei 2013, saat tumbang 1-2 di final Liga Champions antara Dortmund dan Muenchen.

 

Perjumpaan di Anfield ini pun beraroma dendam lama Klopp yang belum terbalaskan.

Menjelang laga, Klopp mengatakan, gaya permainan Muenchen selalu berbeda karena menyesuikan dengan sosok pelatihnya.

 

Muenchen memang sudah bergonta-ganti juru taktik, sebut saja Pep Guardiola, Jupp Heynckes dan yang terbaru saat ini Kovac. “Kami harus beradaptasi dengan perubahan gaya permainan itu," kata Klopp dikutip dari laman resmi Liverpool, Senin (18/2).

 

photo

Juergen Klopp

 

Klopp mengungkapkan, selama bertahun-tahun dirinya telah menyaksikan banyak pertandingan Muenchen, termasuk lima sampai enam pertandingan terakhir musim 2018/2019 ini. Bukan hanya menyaksikan hasil pertandingan dan proses gol, tetapi juga seluruh jalannya pertandingan. 

 

Klopp mengaku telah mengantongi analisis yang lebih rinci seputar permainan FC Hollywood. Muechen, lanjut dia, adalah tim dengan perpaduan antara kualitas pemain dan pengalaman alias jam terbang.

 

''Mereka adalah (tim) yang enam kali berturut-turut juara Bundesliga. Muenchen adalah salah satu tim dalam 10 tahun terakhir yang hampir sepanjang waktu di perempat final, semifinal, dan final Liga Champions,'' ujar Klopp.

 

Apalagi, sebagian besar pemain yang mengiringi kesuksesan Muenchen tersebut masih ada di skuat Kovac saat ini. Bahkan ditambah dengan beberapa pemain berkualitas, seperti Leon Goretzka, Serge Gnabry dan Kingsley Coman. Menurut Klopp, demua lini Muenchen diisi oleh pemain-pemain yang memiliki kualitas di atas rata-rata. 

 

photo

Niko Kovac

 

Di kubu tamu, Kovac menyatakan, timnya harus bermain lebih apik dari tuan rumah Liverpool. Apalagi, Robert Lewandowski melakoni laga tandang di hadapan pendukung fanatik the Reds. Kovac meminta para pemainnya bermain fokus agar tidak kebobolan. 

 

Melihat bagaimana kualitas dari pressing yang ditampilkan Liverpool musim ini, Kovac menegaskan, timnya harus bermain secara defensif. Menurut dia, Liverpool adalah tim dengan karakter menyerang sehingga memiliki lebih banyak peluang mencetak gol. 

 

Kapten Muenchen Manuel Neuer memperingatkan laga tandang di Anfield akan berjalan sulit. Neuer meminta rekan-rekannya fokus menatap laga melawan Liverpool di Anfield.  

 

Sementara itu, winger Muenchen, Arjen Robben, antusias menatap laga antara klubnya melawan Liverpool. Namun, Robben memiliki kenangan buruk di arena berkapasitas 54 ribuan kursi itu. Saat membela Chelsea, dua kali Robben tak berdaya di Anfield.

 

Itu terjadi pada semi final Liga Champions 2004/2005 dan 2006/2007. "Jika anda bertanya tentang stadion terburuk bagi saya, mungkin stadionnya Liverpool," kata mantan kapten tim nasional (timnas) Belanda itu.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA