Minggu, 17 Rajab 1440 / 24 Maret 2019

Minggu, 17 Rajab 1440 / 24 Maret 2019

Mbappe Mengaku Sulit Tidur Usai PSG Disingkirkan MU

Senin 11 Mar 2019 05:33 WIB

Red: Israr Itah

Kylian Mbappe

Kylian Mbappe

Foto: Martin Rickett/PA via AP
Kemenangan PSG 2-0 di Old Trafford tak bermakna karena mereka takluk 1-3 di Paris.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Striker Paris Saint-Germain (PSG) Kylian Mbappe mengaku sulit tidur setelah kegagalan timnya melangkah ke perempat final Liga Champions. PSG dieliminasi Manchester United (MU) lewat penalti injury time dari Marcus Rashford pada leg kedua 16 besar yang berlangsung di kandang sendiri, Parc des Princes, pekan lalu. Kemenangan PSG 2-0 di Old Trafford tak bermakna karena mereka takluk 1-3 di Paris.

"Saya terpana. Kami telah bekerja sangat keras untuk sampai ke titik ini. Saya belum bisa tidur, saya pikir yang lain juga sama," kata Mbappe kepada saluran TV Prancis TF1, dikutip BBC, Senin (11/3).

Baca Juga

Ia mengaku, sulit memikirkannya karena Liga Champions adalah tujuan PSG. Stadion Parc des Princes penuh untuk kompetisi yang disebutnya luar biasa, tapi para pemain PSG merusak pestanya. 

"Kami tidak ingin merusaknya tetapi pada akhirnya kami melakukannya," sesal Mbappe.

PSG yang didukung konsorsium Qatar tidak pernah melampaui perempat final meskipun memiliki telah jor-joran menghabiskan uang untuk mendatangkan pemain bintang. Striker yang baru berusia 20 tahun ini mengatakan, kekalahan tersebut tak mempengaruhi masa depannya di klub. Ia menjamin akan berada di PSG musim depan.

"Dengan eliminasi ini dan semua masalah yang akan terjadi, tidak ada gunanya menambahkan situasi pribadi saya ke sana. Jadi, itu jelas dan tepat," tegasnya.

PSG tidak bermain di Ligue 1 musim ini. Mereka unggul 14 poin dari Lille yang berada di peringkat kedua dua pertandingan sisa lebih banyak.

PSG memindahkan sesi latihan Ahad dari tempat latihan mereka di Ooredoo Training Center ke Stadion Parc des Princes karena masalah keamanan. Dilaporkan da grafiti yang bertuliskan 'Memalukan!', 'Tak Berdaya' dan 'Hormati kami '. Sekitar 500 penggemar diizinkan masuk ke dalam stadion, tetapi mereka tetap mem-bully para pemain. 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA