Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

FIFPro Pertanyakan Protokol Pemain yang Gegar Otak

Kamis 14 Mar 2019 21:23 WIB

Red: Israr Itah

Penjaga gawang Olympique Lyon Anthony Lopes mendapatkan perawatan dari tim medis dalam laga melawan Barcelona.

Penjaga gawang Olympique Lyon Anthony Lopes mendapatkan perawatan dari tim medis dalam laga melawan Barcelona.

Foto: AP Photo/Manu Fernandez
Lopes gegar otak ringan saat menerkam bola dari pemain Barcelona Philippe Coutinho.

REPUBLIKA.CO.ID, ZURICH -- Cedera kiper Olympique Lyon Anthony Lopes melawan Barcelona telah mengungkap kegagalan dalam cara sepak bola profesional menangani gegar otak, demikian disampaikan persatuan pemain sepak bola dunia FIFPro, Kamis (14/4). Lopes gegar otak ringan saat menerkam bola dari kaki pemain Barcelona Philippe Coutinho pada menit ke-22 dalam laga leg kedua 16 besar Liga Champions di Camp Nou, Barcelona, Kamis dini hari WIB. Meskipun awalnya dia tampak seperti akan keluar, Lopes tetap di lapangan selama 11 menit sebelum digantikan.

Baca Juga

Dalam sebuah pernyataan kepada Reuters, FIFPro mengatakan insiden itu sekali lagi menyoroti kegagalan protokol gegar otak saat ini di sepakbola profesional. FIFPro menambahkan, kegagalan ini berisiko serius merusak kesehatan pemain. Badan sepak bola Eropa UEFA dan Olympique Lyon tidak segera membalas permintaan komentar dari Reuters.

FIFPro menyerukan dokter independen di pertandingan untuk membantu memutuskan apakah seorang pemain yang diduga gegar otak bisa melanjutkan atau tidak. FIFPro menyerukan untuk meninggalkan keputusan pada dokter tim mengenai kondisi pemain seperti yang terjadi saat ini.

Ia menambahkan bahwa pengganti sementara harus diizinkan di lapangan untuk memberikan waktu staf medis untuk meninjau apakah seorang pemain mengalami gegar otak.

"Kami prihatin bahwa sementara prosedur seperti itu berhasil digunakan dalam berbagai olahraga, mereka belum diadopsi oleh sepak bola profesional," kata pernyataan itu.

Dalam protokol untuk menangani situasi yang dicurigai gegar otak, UEFA mengatakan bahwa wasit harus menghentikan permainan hingga tiga menit untuk memungkinkan pemain yang cedera diperiksa oleh dokter tim.

"Seorang pemain hanya akan diizinkan untuk terus bermain dengan konfirmasi khusus oleh dokter tim kepada wasit tentang kebugaran pemain untuk melanjutkan," katanya.

Pedoman FIFPro memiliki peringatan tentang bahaya terus bermain saat gegar otak.

"Gegar otak kedua dapat menyebabkan pembengkakan otak yang berbahaya jika seorang pemain belum pulih sepenuhnya dari gegar otak pertama," katanya.

Pedoman FIFPro juga mengatakan bahwa gegar otak dapat terjadi tanpa hantaman langsung ke kepala, seperti yang terjadi dalam kasus Lopes. Ia jatuh ke tanah dalam bentrokan dengan Coutinho dan menabrak bahunya dengan keras di atas lapangan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA