Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Ini Dampak Sanksi Empat Laga Sang Kapten Bagi Persib Bandung

Jumat 13 Apr 2018 13:19 WIB

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Endro Yuwanto

Asisten pelatih Persib Fernando Soler dan kapten Persib Supardi Nasir pada acara konferensi pers pertandingan Liga 1 di Graha Persib, Bandung, Ahad (25/3).

Asisten pelatih Persib Fernando Soler dan kapten Persib Supardi Nasir pada acara konferensi pers pertandingan Liga 1 di Graha Persib, Bandung, Ahad (25/3).

Foto: Republika/Hartifiany Praisra
Mario Gomez mengaku mencium sesuatu yang tidak baik di balik permasalahan itu.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kapten Persib Bandung Supardi harus menerima sanksi atas protes kerasnya pada laga melawan Mitra Kukar, Ahad (8/4) lalu. Pelatih Persib Mario Gomez menilai permasalahan Supardi berdampak pada pertandingan-pertandingan yang akan datang.

"Sangat penting, Supardi penting bagi kami, tapi lebih penting masalah ini, empat game, satu game tidak apa, tapi ini empat game," kata Gomez di Stadion Siliwangi, Bandung, Jumat (13/4).

Gomez menyayangkan banyaknya pelanggaran keras yang tidak mendapat ganjaran dari wasit. "Saya lihat banyak game yang banyak pelanggaran, pelanggaran keras, dari depan dari belakang, dan nothing, tidak ada kartu kuning, tapi kami (mendapat sanksi) empat game," lanjutnya.

Bahkan Gomez mengaku mencium sesuatu yang tidak baik di balik permasalahan itu. "Saya mencium bau, sesuatu, tercium bau-bau tidak enak," kata pelatih asal Argentina itu.

Termasuk saat melawan Arema pada pekan ini. Gomez mengaku Arema pasti menginginkan kemenangan. "Sangat sulit bagi kami, Arema berat, kami juga berat. Kami ingin menang di sana, dia juga mau menang di sana, itu imbang, saya tidak takut," jelasnya.

Gomez menyayangkan Supardi yang dilarang bermain pada empat laga ke depan. Ia tidak ingin kejadian terulang kembali pada pemain lainnya. "Saya tidak suka dengan yang terjadi pada Supardi, mungkin besok bisa Ezechiel, besok Bojan, besok Bauman, karena hanya kami (yang diperlakukan seperti itu)," ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA