Friday, 15 Rajab 1440 / 22 March 2019

Friday, 15 Rajab 1440 / 22 March 2019

Erick Thohir Kembali Respons Soal Kesempatan Jadi Ketum PSSI

Ahad 09 Dec 2018 18:27 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Andri Saubani

Pengusaha Erick Thohir menjadi pemateri dalam acara Jokowi Millennials Festival, di Surabaya Townsquare, Jl. Hayam Wuruk Nomor 6, Surababaya, Ahad (9/12).

Pengusaha Erick Thohir menjadi pemateri dalam acara Jokowi Millennials Festival, di Surabaya Townsquare, Jl. Hayam Wuruk Nomor 6, Surababaya, Ahad (9/12).

Foto: Republika/Dadang Kurnia
Erick Thohir mengakui berminat memperbaiki persepakbolaan dalam negeri.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) periode 2015-2019 Erick Thohir menegaskan, dirinya sangat senang jika diberi kesempatan memperbaiki persepakbolaan dalam negeri. Dia pun mengaku senang jika diberi kepercayaan mengelola penyelenggaraan Liga 1 Indonesia.

Namun demikian, Erick menyatakan, dirinya belum tentu mau menerima jika ditunjuk menjadi Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Indonesai (PSSI). Karena menurutnya, untuk memajukan sepak bola dalam negeri tidak mesti melalui jabatan Ketua Umum PSSI

"Saya senang kalau dikasih kesempatan mengelola liga (Indonesia). Tapi belum tentu (mau) jadi ketua PSSI-nya," ujar Erick seusai menjadi pemateri dalam acara Jokowi Millennials Festival, di Surabaya Townsquare, Jalan Hayam Wuruk Nomor 6, Surababaya, Ahad (9/12).

Erick mengaku, dirinya sudah sejak lama senang berkecimpung di dunia sepak bola. Tidak saja di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri. Namun demikian, Erick memegaskan dirinya tidak mau terjebak dalam birokrasi yang selama ini ada di organisasi PSSI.

"Kan saya udah bilang kalau saya senang di sepak bola, ya wajar. Tetapi yang saya tidak mau, terjebak di birokrasi PSSI-nya," kata Erick.

Pada pertengahan November silam, desakan untuk menjadikan Erick Thohir agar menggantikan Edy Rahmayadi telah didengungkan oleh banyak pecinta sepak bola nasional. Tak hanya teriakan, masyarakat Indonesia juga sudah membuat petisi agar mantan Pangkostrad TNI Angkatan Darat itu segera mundur dari jabatannya di PSSI.

Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Edy Rahmayadi menolak mundur dari posisinya sebagai pucuk pimpinan di federasi nasional. Purnawirawan jenderal bintang tiga tersebut menegaskan, ia akan bertahan di kursi ketua umum PSSI sampai periode kepemimpinannya pungkas pada 2020.

Edy mengatakan, sejumlah alasan mengapa dirinya menolak mundur. Pertama, kata dia, amanah kongres. Pada Kongres PSSI 2016 di Ancol, Jakarta, Edy diminta menjabat selama empat musim.

Menurut Edy, masih tersisa dua tahun sebelum kepemimpinannya selesai. “Saya akan tetap bertahan sebagai ketua umum karena jabatan saya belum habis,” ujar dia kepada wartawan, Kamis (6/12).

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA