Saturday, 16 Rajab 1440 / 23 March 2019

Saturday, 16 Rajab 1440 / 23 March 2019

Dibekuk Madura, Kiprah Sriwijaya FC di Piala Indonesia Usai

Kamis 21 Feb 2019 18:53 WIB

Red: Endro Yuwanto

Pesepak bola Madura United (MU) Andik Vermansyah (kiri) melewati pesepak bola Sriwijaya FC Hafit Ibrahim (kanan) dalam Laga 16 Besar Leg pertama Piala Indonesia di Stadion Gelora Pamelingan (SGRP) Pamekasan, Jawa Timur, Ahad (17/2/2019).

Pesepak bola Madura United (MU) Andik Vermansyah (kiri) melewati pesepak bola Sriwijaya FC Hafit Ibrahim (kanan) dalam Laga 16 Besar Leg pertama Piala Indonesia di Stadion Gelora Pamelingan (SGRP) Pamekasan, Jawa Timur, Ahad (17/2/2019).

Foto: Antara/Saiful Bahri
Pada babak pertama ini, perbedaan kelas antardua tim demikian terasa.

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Kiprah Sriwijaya FC (SFC) terhenti pada babak 16 besar Piala Indonesia. Ini setelah pada laga leg kedua melawan Madura United, Sriwijaya kalah 1-2 dalam laga yang digelar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Kamis (21/2) sore.

Hasil ini tidak mampu menolong tim asal Sumatra Selatan karena pada leg pertama telah digasak Madura United 0-5. Sama halnya seperti pertemuan pertama, Sriwijaya FC yang diperkuat mayoritas pemain muda minim pengalaman sudah kesulitan menghadapi pemain Madura United yang diperkuat pemain berkualitas sejak menit awal.

Hasilnya, pada menit ke-9, gawang Laskar Wong Kito sudah kebobolan melalui sepakan Alexander Rakic. Pemain yang pada leg pertama menciptakan dua gol ke gawang SFC, kembali mengemas gol memanfaatkan umpan silang dari rekannya.

Pada babak pertama ini, perbedaan kelas antardua tim demikian terasa. Alur bola tim Madura United demikian lancar ke lini pertahanan Sriwijaya FC. Sebaliknya, tim asal berjuluk Laskar Wong Kito ini nyaris tak mampu menggapai area kotak penalti.

Empat pemain belakang SFC, Akbar Zakaria, Muhammad Andes Adinata, Rahmat Juliandi, dan Zikir Sukmana harus berjuang keras menghalau pergerakan pemain depan Madura. Sebaliknya, pemain tengah Madura United Zah Rahan terlihat leluasa membagi bola ke dua pemain depan asing Madura, Alberto Goncalves dan Alexander Rakic. 

Meski demikian, tim tuan rumah terus berupaya membuka peluang dan akhirnya mulai menemukan tempo permainan di pengujung babak. Striker andalan SFC, Risky Dwi Ramadhana mendapatkan peluang ketika lepas dari kawalan pemain Madura. Pemain SFC musim lalu ini melepaskan tendangan terukur ke gawang, namun melenceng tipis dari tiang gawang.

Lima menit berselang, Risky kembali merepotkan barisan pertahanan Madura. Ia yang sudah berhadapan dengan kiper, sempat melepaskan tendangan namun masih melebar dari tiang gawang.

Memasuki babak kedua, SFC yang tertinggal satu gol menaikkan tempo permainan. Hasilnya, Aristya Wicaksana berhasil menjebol gawang lawan melalui sundulannya pada menit ke-47. Skor berubah imbang 1-1.

Namun, tanpa menunggu lama striker Madura United Alberto Goncalves mampu menjebol gawang SFC. Pergerakan lincah mantan pemain SFC ini tak mampu dibendung oleh pemain belakang lawan sehingga sepakannya pada menit ke-52 berbuah gol. Skor berubah 2-1 untuk Madura United.

Pelatih SFC Hartono Ruslan mengatakan, sejak awal dirinya tidak terlalu mamasang target tinggi ke anak asuhnya. Ini mengingat lawan yang dihadapi dihuni pemain berkualitas di Liga 1. "Anak-anak ini masih minim pengalaman. Tapi saya cukup salut dengan mereka karena bisa menjebol gawang Madura," kata dia.

Berdasarkan hasil ini, Sriwijaya FC gagal melanjutkan kiprahnya di Piala Indonesia. Padahal tim ini pernah mencetak rekor MURI karena menjadi juara Piala Indonesia dalam tiga musim berturut-turut, yakni pada 2007/2008, 2008/2009, dan 2009/2010.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA