Wednesday, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Wednesday, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Kongres PSSI

Pemerintah Haramkan Kongres Tandingan PSSI

Jumat 22 Apr 2011 12:15 WIB

Rep: Ratna Puspita/ Red: Djibril Muhammad

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Pemerintah menyesalkan keputusan FIFA yang tetap melarang Nurdin Halid, Nirwan Bakrie, George Toisutta, dan Arifin Panigoro, bersaing dalam bursa pemilihan Ketua Umum PSSI 2011-2014. Namun, Pemerintah menolak adanya kongres tandingan.

Menteri Pemuda dan Olah raga, Andi Alfian Mallarangeng, mengatakan, tiga dari empat, yaitu Nirwan, George, dan Arifin, seharusnya masih layak mengajukan diri dalam perebutan kursi nomor satu PSSI tersebut. "Tapi, kalau ada siapapun yang ingin gelar kongres tandingan, Pemerintah tidak akan mendukung," kata dia, di Jakarta, Jumat (22/4).

Andi menyatakan, penyelenggaraan kongres harus tetap berjalan sesuai dengan keputusan dan aturan yang diterapkan FIFA selaku otoritas tertinggi sepak bola dunia. "Sejak awal, kami memang tolak kongres tandingan dan kami konsisten soal itu," kata dia.

FIFA tetap melarang Nurdin, Nirwan, George, dan Arifin, mengikuti bursa pencalonan Ketua Umum PSSI yang digelar 20 Mei mendatang. Bahkan, otoritas sepak bola dunia ini juga tidak merestui keempatnya masuk dalam committee excecutive PSSI.

Sebelumnya, kubu George dan Arifin sempat mengancam akan menggelar kongres tandingan bila FIFA merang pencalonan. Keduanya menglain sudah mendapat dukungan mayoritas pemilik suara. "Dukungan ini adalah fakta. Kalau ditolak, pemilik suara bisa gelar kongres sendiri," kata Juru Bicara George-Arifin, Halim Mahfudz , di Jakarta, Kamis (21/4).

Namun, Andi mengatakan, Kongres tandingan bukanlah solusi untuk membawa persepak bolaan nasional ke arash yang lebih baik. Dia menuturkan, pada pihak yang merasa dirugikan dengan keputusan FIFA untuk menempuh jalur yang sah. "Mereka bisa perjuangkan haknya," kata dia. Jalur yang mungkin ditempuh George dan Arifin, yaitu melalui pengadilan arbitrase olah raga.

Andi juga mengatakan, pihaknya mendukung keputusan FIFA yang memastikan Komite Normalisasi juga bertugas sebagai Komite Pemilihan. Karena itu, dia meminta Komite Normalisasi untuk segera melakukan semua proses sesuai pentahapannya hingga pada Kongres Pemilihan terlaksana pada 20 Mei mendatang. "Kita berharap ini akan membawa kebangkitan dan kejayaan sepak bola di kancah internasional," ujar dia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA