Kamis, 24 Syawwal 1440 / 27 Juni 2019

Kamis, 24 Syawwal 1440 / 27 Juni 2019

Buntut Kerusuhan Jakmania, Ini Sanksi untuk Persija

Rabu 29 Jun 2016 19:25 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Sejumlah tersangka kasus kerusuhan suporter klub sepak bola Persija Jakarta dihadirkan saat gelar perkara di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (28/6).

Sejumlah tersangka kasus kerusuhan suporter klub sepak bola Persija Jakarta dihadirkan saat gelar perkara di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (28/6).

Foto: Antara/Rivan Awal Lingga

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama PT Gelora Trisula Semesta (GTS) Joko Driyono menegaskan bahwa hukuman terhadap Jakmania (pendukung Persija) adalah pertandingan boleh ditonton namun tanpa atribut Jakmania.

"Apapun yang berhubungan dengan asosiasi Jakmania seperti atribut, yel yel, dan terkait lainnya, tidak diperbolehkan memasuki stadion hingga akhir kompetisi," kata Joko Driyono dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu (29/6).

Namun apabila masyarakat ingin menonton pertandingan secara langsung di stadion, tetap diperbolehkan, asalkan mematuhi aturan hukuman tersebut. Keputusan tersebut mengambil contoh dari tindakan suporter tim lainnya yang pernah dihukum serupa seperti Aremania pada tahun 2013.

Joko juga menjelaskan bahwa hal tersebut sudah menjadi keputusan dari Komisi Disiplin Indonesia Soccer Cahmpionship (ISC). Ke depannya, PT GTS akan lebih intensif dalam mendidik suporter dengan cara bekerja sama dengan aparat ataupun menggelar diskusi yang lebih fokus pada sikap pendukung.

Sebelumnya, Sriwijaya FC dipastikan menang 3-0 atas Persija Jakarta meski pertandingan kompetisi Torabika Soccer Championship 2016 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (24/6) dihentikan pada menit 81 akibat terjadi kerusuhan.

Pertandingan antara tuan rumah Persija melawan Sriwijaya FC harus dihentikan karena terjadi kerusuhan yang melibatkan The Jakmania dan aparat keamanan yang menjaga jalannya pertandingan. Dampak dari kerusuhan tersebut beberapa aparat dan Jakmania mengalami luka dan harus menjalani perawatan.

Saat pertandingan dihentikan, Laskar Wong Kito itu dalam kondisi unggul 1-0 dari tim tuan rumah lewat tendangan bola mati Hilton Moreira pada menit 65. Kondisi tersebut membuat tensi dalam stadion terbesar di Indonesia ini memanas dan ada oknum Jakmania yang masuk ke lapangan.

Kerusuhan pertandingan Persija melawan Sriwijaya FC langsung menjadi perhatian pemerintah dan rapat terpadu yang melibatkan kepolisian, PT GTS, PSSI dan manajemen Persija digelar di Kantor Kemenpora dan dipimpin langsung Menpora Imam Nahrawi.

Beberapa keputusan didapat dalam rapat tersebut mulai dari rekomendasi Jakmania beratribut dilarang mendukung tim kesayanangannya hingga kompetisi berakhir hingga Persija dilarang bertanding dengan dukungan suporter dalam enam laga (home and away) mulai 3 Juli.

Selain itu PT GTS dan Persija diharapkan bertanggung jawab atas kerugian materiil dampak dari kerusuhan termasuk bertanggung jawab atas pembiayaan korban yang saat ini dirawat di rumah sakit.

Meski terjadi kerusuhan yang mengakibatkan jatuhnya korban, kompetisi yang diikuti 18 klub ini tetap berjalan sesuai dengan jadwal. Hal tersebut dilakukan karena permintaan untuk tetap digulirkan kompetisi TSC ini cukup besar.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA