Minggu, 13 Syawwal 1440 / 16 Juni 2019

Minggu, 13 Syawwal 1440 / 16 Juni 2019

Ferry Paulus: Suporter Militan Boleh, Anarkistis Jangan

Ahad 18 Feb 2018 19:40 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Israr Itah

Ketua Umum Persija, Ferry Paulus, di Balai Kota, Jakarta Pusat, Ahad (18/2).

Ketua Umum Persija, Ferry Paulus, di Balai Kota, Jakarta Pusat, Ahad (18/2).

Foto: Republika/Inas Widyanuratikah
Ia menyebut suporter klub sepak bola tak seharusnya bersikap seperti itu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Persija Jakarta Ferry Paulus menyesalkan ulah sejumlah pendukung Persija yang merusak fasilitas Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada final Piala Presiden, Sabtu (17/2). Ia menegaskan, suporter klub sepak bola tak seharusnya bersikap seperti itu.

"Suporter bagaimana pun akan mendukung idolanya. Oleh karenanya, banyak perilaku beragam sebab jumlahnya besar. Suporter militan boleh, tapi jangan anarkis," ujarnya di Balai Kota dalam acara perayaan keberhasilan Persija menjuarai Piala Presiden 2018, Ahad (18/2).

Ia mengatakan, suporter yang merusak SUGBK akan diberikan teguran pemahaman dan peringatan. Akan tetapi, ia menyebut pihak panitia pertandingan Piala Presiden ikut bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

"Pengurus Jakmania selalu memberikan teguran, pemahaman dan penguatan untuk para pendukung, untuk kasus kerusakan semalam, kami akan beri peringatan," kata Ferry.

Ia mengatakan bukan hanya Jakmania, sebutan pendukung Persija, yang hadir di SUGBK tadi malam. Jadi, kata dia, terbuka pihak lain yang dapat juga membuat kerusakan.

Mengenai penggantian akan kerusakan pintu IX di SUGBK itu, ia menyampaikan hal itu urusan panitia penyelenggara.

(Baca juga: Persija Juara Piala Presiden, Anies: Terima Kasih Jokowi)

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno mengkritik oknum Jakmania yang merusak pintu masuk IX SUGBK. Ia menyesali perilaku suporter yang tak bisa menyesuaikan diri dengan tempat pertandingan yang berskala internasional. 

Sandiaga tak ingin insiden serupa terulang kembali. Kejadian tersebut dianggapnya telah menodai permainan apik kedua skuat yang bertarung. "Jangan sampai ternodai oleh kegiatan sebagian kecil pendukungnya," katanya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA