Tuesday, 22 Syawwal 1440 / 25 June 2019

Tuesday, 22 Syawwal 1440 / 25 June 2019

Persija Dipastikan Bisa Gunakan GBK untuk Laga Kandang

Selasa 20 Mar 2018 14:21 WIB

Rep: Mas Alamil Huda/ Red: Endro Yuwanto

Suasana Stadion Utama Gelora Bung Karno yang dihiasi lampu warna warni di Jakarta, Selasa (13/2) malam.

Suasana Stadion Utama Gelora Bung Karno yang dihiasi lampu warna warni di Jakarta, Selasa (13/2) malam.

Foto: Antara/Widodo S Jusuf
Anies meyakini Jakmania bisa menjaga amanah untuk tidak merusak fasilitas GBK.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Keresahan Persija Jakarta terkait penggunaan stadion untuk laga kandang dalam lanjutan kompetisi Liga 1, Liga Indonesia ,dan Piala AFC akhirnya terjawab. Skuat Macan Kemayoran dipastikan bisa menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan Jakarta untuk laga kandangnya.

Kepastian itu terjawab setelah Gubernur DKI Anies Baswedan bertemu dengan Direktur Utama Pengelola Stadion Utama GBK Winarto di Balai Kota, Selasa (20/3). "GBK bukan kandang bagi Persija, tapi GBK alhamdulillah bisa digunakan oleh Persija bila ada pertandingan yang statusnya kandang," kata Anies.

Menurut Anies, pengunaan Stadion GBK adalah titipan kepercayaan dari pihak pengelola. Dia meminta pendukung Persija, Jakmania menjaga kepercayaan dengan berlaku tertib dan merawat semua fasilitas yang ada di dalamnya. GBK adalah ikon nasional yang berarti milik seluruh rakyat Indonesia.

Anies meminta Jakmania menjaga GBK seakan-akan seluruh fasilitas yang ada adalah milik pribadi. Dari beberapa pertandingan terakhir Persija di GBK, Anies meyakini Jakmania bisa menjaga amanah untuk tidak merusak fasilitas yang akan digunakan untuk Asian Games 2018 tersebut. "Jakmania tidak perlu pergi jauh dan ini adalah hasil kesepakatan pemprov dengan pengelola. Ini berita bagus dan mudah-mudahan Jakmania ini bisa menjaga momentum ini," ujar dia.

Adapun Winarto mengatakan, SUGBK adalah milik semua dan terbuka untuk publik. Ia mengatakan akan menerima secara terbuka siapapun yang mengajukan untuk menggunakan fasilitas GBK. Prinsipnya, kata dia, adalah yang datang pertama akan dilayani paling awal. "Layanan kami adalah first come, first serve," katanya.

Namun, Winarto mengatakan, SUGBK tahun ini diprioritaskan untuk penyelenggaraan Asian Games. Acara lain apapun, kata dia, akan menjadi 'nomor dua'. Tetapi jika jadwal tidak mengganggu gelaran Asian Games, siapapun berhak menggunakan SUGBK.

Menurut Winarto, Persija sudah berbicara sejak pertengahan 2017 untuk menggunakan GBK dalam laga kandangnya. Ia menjelaskan, jadwal juga sudah disampaikan sampai April 2018. Karena tidak mengganggu pelaksanaan Asian Games, kata dia, semua pihak berhak menggunakannya.

Winarto melanjutkan, GBK juga memerlukan pengguna karena bentuknya adalah badan layanan umum (BLU). Maka, menurutnya, pengelola GBK harus mencari pendapatan sendiri dan harus membiayai semua perawatan hingga operasional. "Itu perlu pemelihaaran dan biaya operasi yang tinggi, maka tidak ada cara lain supaya income-nya masuk lebih tinggi,"  jelas dia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA